Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Jawa Timur

12 desa berpotensi rawan gempa susulan 

LENSAINDONESIA.COM:Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengimbau 12 desa di empat kecamatan, bersiaga menghadapi gempa susulan, menyusul terjadinya gempa berkekuatan 5,9 skala richter yng mengguncang kawasan itu, Senin (08/07/2013),

Kepala BPBD Kabupaten Malang, Hafi Lutfi, menyatakan dikhawatirkan ada gempa susulan yang berpotensi bisa terjadi lagi. Sehingga kesiagaan perlu ditingkatkan. Selain itu, gempa sudah beberapa kali terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Menurut dia, ke-12 desa yang harus bersiaga adalah Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan; Desa Pujiharjo, Desa Purwodadi, dan Desa Sitiarjo di Kecamatan Tirtoyudo; Desa Srigonco, Sumberbening, Bandungrejo, Kecamatan Bantur; DesaTulungrejo, Banjarejo, Purwodadi, Sumberoto, dan Mentaraman di Kecamatan Donomulyo.

Seperti diketahui, gempa mengguncang Malang berpusat di kedalaman 10 kilometer Samudera Hindia, yang berjarak 112 kilometer tenggara Malang, 114 kilometer barat daya Lumajang, 130 kilometer barat daya Jember, atau 202 kilometer kilometer tenggara Surabaya, di kedalaman 10 kilometer.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates, Malang, perairan selatan Malang memiliki kerawanan tinggi terjadinya gempa laut yang besar. “Sebab, terdapat jalur pertemuan dari rangkaian gunung aktif di dunia atau yang disebut Cincin Api Pasifik yang terletak di sekitar 200 kilometer selatan lepas pantai Malang,” jelas Adi Soepriyanto, Kepala BMKG Karangkates.

Disebutkan, jalur pertemuan itu berada di bawah perairan berupa persilangan dan membentang lempengan Indo Australia dan Eurasia. “Melihat kondisi itu, prediksi gempa dipastikan akan terjadi lagi,” tegasnya.

Kedua lempengan, katanya, selalu bergerak aktif dan menimbulkan tumbukan yang menyebabkan penumpukan energi, dan ketika batas elastisitas lempengan terlampaui akan menimbulkan gempa bumi atau gempa laut.
Karena itu, gempa diprediksi pasti akan terjadi dengan waktu yang tidak bisa ditentukan. Bisa kapan saja.@Aji

Baca Juga:  FTF Returnees jadi pembicaraan Kepala BNPT saat bertemu Perwakilan Tetap RI PBB di Jenewa