LENSAINDONESIA.COM: ITS kembali mengadakan IEMC dengan tema `Saving in Action, Sustaining in Creation`. Serupa dengan IEMC 2012 lalu, mahasiswa Indonesia ditantang untuk mendesain, mengaplikasikan, dan memperlombakan mobil mereka dalam kompetisi bertaraf nasional ini.

Diharapkan akan muncul teknologi baru di bidang otomotif yang berkontribusi pada pembangunan teknologi otomotif nasional lewat kompetisi ini. “Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) 2013 yang diselenggarakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti),” tutur Bambang Sampurno, penanggung jawab IEMC 2013.

IEMC 2013 akan dilaksanakan pada hari Kamis, 14 November 2013 hingga Minggu 17 November 2013 di Sirkuit Kenjeran Park, Surabaya. “Rencananya, tahun ini pelaksanaan IEMC 2013 akan bekerjasama dengan pihak Dinas Pariwisata Surabaya terkait tempat pelaksanaan dan rangkaian acara IEMC 2013,” jelas Derry, salah satu panitia IEMC 2013.

Hal ini dilakukan untuk memberikan sensasi dan kesan berkompetisi yang lebih hidup bagi para peserta. Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin itu menambahkan, kompetisi ini mengusung konsep yang serupa dengan kompetisi Shell Eco Marathon (SEM), tidak jauh berbeda dengan IEMC tahun lalu.

Serupa dengan tahun lalu, mobil irit yang diperlombakan dalam kompetisi ini terbagi menjadi tiga kategori bahan bakar, yaitu bensin, solar dan listrik. Para peserta diwajibkan melakukan presentasi teknis dan project management kendaraan yang akan dilombakan. Setelah itu, para peserta dapat melakukan race menurut peraturan yang telah ditetapkan pada regulasi sebelumnya.

Ketiga jenis bahan bakar tadi terbagi lagi menjadi dua kategori umum kendaraan, yakni prototipe dan urban concept. Kendaraan prototipe adalah kendaraan yang didesain sebagai kendaraan masa depan dengan efisiensi yang optimal. Sementara urban concept adalah kendaraan yang didesain mirip kendaraan masa kini yang siap pakai untuk berkendara di jalanan.

“Harapannya adalah agar seluruh kontestan dalam kompetisi ini dapat menyalurkan ilmu kreatifitas, dan kemampuan di bidang otomotif. Dan nantinya akan didapatkan penyelesaian untuk masalah keterbatasan sumber energi yang melanda penduduk Indonesia,” ujar Alif Wikarta, dosen Jurusan Teknik Mesin selaku ketua pelaksana IEMC 2013.

Lebih jauh, juara dalam kompetisi ini mampu bersaing di ajang Internasional, mengalahkan negara-negara Asia bahkan Eropa lainnya, yang juga unggul dalam teknologi otomotif.

Mobil yang diikutsertakan dalam kompetisi ini harus memenuhi kualifikasi awal yang telah ditentukan oleh pihak panitia dalam regulasi. Mobil yang dinyatakan lolos kualifikasi awal, akan diundang ke Surabaya untuk mengikuti kompetisi. @angga_perkasa