LENSAINDONESIA.COM: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur sempat dua kali `menyemprit` para komisioner KPU Jatim saat rapat pleno pada Minggu (15/7/2013) malam. Anggota Bawaslu Jatim, Sri Sugeng Pudjiatmoko, mengakui pihaknya mengingatkan para komisioner KPU agar segera memutuskan hasil rapat pleno sebelum pukul 00.00 WIB.

“Ya kami nyemprit soal waktu, karena tahapannya kan hanya sampai 14 Juli, itu batas maksimalnya kan jam 00.00 WIB. Jadi kalau melebihi kan tidak sesuai dengan peraturan mereka,” ujarnya saat dikonfirmasi LICOM, Senin (15/7/2013).

Selain itu, pihaknya juga telah mengeluarkan dua rekomendasi dalam rapat pleno semalam. “Kita mengingatkan KPU punya keputusan soal proses pencalonan, penelitian berkas dan sebagainya itu. Bunyinya sudah jelas bahwa partai politik yang mendukung pasangan calon itu wajib menyertakan tanda tangan ketua umum dan sekjen,” tegasnya.

Dia menilai, rekomendasi dari pihaknya sebenarnya hanya normatif untuk mengingatkan KPU Jatim dalam bentuk tertulis. “Selebihnya ya urusan mereka sendiri, termasuk untuk pengambilan voting di rapat pleno KPU. Kalau memang tidak bisa ditempuh secara musyawarah mufakat kan ada mekanisme lain yaitu dengan voting,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPU Jatim telah resmi memutuskan hasil dari rapat pleno penentuan pasangan calon di Pemilukada Jatim 2013 pada Senin (15/7/2013) dinihari.

Berdasar keputusan yang diambil lima komisioner KPU Jatim, pasangan BerKaH dinyatakan tidak lolos maju dalam Pilgub Jatim 2013. Ketua KPU Jatim, Andry Dewanto Ahmad mengatakan, bahwa keputusan itu berdasarkan berita acara tentang penetapan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

“Jadi berita acaranya menyebutkan pasangan Eggi Sudjana-M. Sihat, Bambang-Said dan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) menjadi pasangan calon di Pemilukada Jatim, yang ditandatangani lima anggota KPU Jatim,” jelasnya saat jumpa pers dihadapan puluhan wartawan.

Sementara nama pasangan Khofifah-Herman (BerKaH) tidak ada dalam berita acara. “Itu artinya Ibu Khofifah dan Herman tidak menjadi pasangan calon,” katanya.

Keputusan diambil berdasar voting tertutup para komisioner KPU Jatim. Hasilnya diketahui bahwa yang berpendapat BerKaH memenuhi syarat (MS) hanya 1 orang, yang menyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) ada 3 orang.

Untuk penentuan Partai Kedaulatan (PK) ada yang menyatakan memenuhi syarat untuk BerKaH. PK yang mendukung KarSa dinyatakan TMS. Sedangkan untuk Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) yang mendukung BerKaH dinyatakan TMS dan untuk PPNUI yang mendukung KarSa dinyatakan MS. “Keputusan ini sudah final. Pertama kami tempuh lewat muswarah tapi tidak tercapai dan akhirnya dilaksanakan dengan metodologi voting tertutup,” tandasnya. @sarifa