LENSAINDONESIA.COM: Karena adanya peraturan baru yang dibuat oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang diberlakukan kepada calon pemudik, diperkirakan akan memeperketat peraturan yang sebelumnya sudah ada. Seperti, dalam hal pembelian tiket dan sebgainya.

Hal itu, diperkirakan akan membuat calon pemudik berailh kepada jalur darat lainnya seperti bus antar-kota atau sejenisnya. Untuk itu, diyakini setiap terminal bus yang ada di Jakarta diyakini akan dibanjiri para calon pemudik.

Kepala Tata Usaha (TU) Terminal Pulo Gadung, Ida memperkirakan, peraturan baru yang dibuat PT KAI itu akan membuat terminal Pulo Gadung meningkat hingga 20 persen. “Di Jakarta Timur ada dua terminal besar yang akan melayani pemudik dan salah satunya ya di Terminal Pulogadung ini. Setelah adanya penertiban oleh PT KAI, kecenderungannya pemudik akan beralih menggunakan bus, dan kita perkirakan penumpang akan melonjak berkisar 20 persen,” ujar Ida pada LICOM, Sabtu (20/07/13).

Dari pengalaman tahun sebelumnya, kata Ida, peningkatan jumlah pemudik mulai terjadi sejak H-7 (7 hari sbelum hari raya) puncaknya terjadi pada H-3. Menurutnya, pada tahun 2012 lalu, penumpang yang mudik melalui terminal Pulo Gadung, mencapai 59.301. Sedangkan, arus balik pemudik terhitung hingga H+7 mencapai 130,660 orang.

“Puncaknya arus mudik tahun lalu itu pada H-3 saja mencapai 9.499 penumpang dan kita akan antisipasi dengan lonjakan penumpang pada H-3 nanti,” ungkapnya.

Ida menjelaskan, agar dapat melayani pemudik dengan baik, hingga kini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna mendukung pelayanan dan pengamanan di terminal Pulo Gadung.

“Untuk melakukan pengamanan dengan instansi terkait yang diantaranya, Polda, Polres Jakarta Timur,Polsek Pulo Gadung, Satpol PP Jakarta Timur, Kodim 0505/JT dan Garnisun dan Brimob, mulai H-7 hingga H+7, kita dapat bantuan 1 kompi, dari Polres Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya sekitar 30 orang. Ditambah dari Satpol PP dan Garnisun, seluruhnya rata-rata perhari mencapai 120 orang,” jelasnya.

Selain mempersiapkan keamanan, Ida mengatakan, pihaknya pun telah mempersiapkan armada bus. Dari yang setiap hari biasa akan memberangkatkan 130-an bus, maka sejak H-7 dipersiapkan 300 bus setiap harinya mulai H-7 nanti, tidak lagi diberlakukan sistem time table yang mengatur waktu pemberangkatan.

“Dari 300 armada tersebut, 80 yang di antaranya akan ditempatkan di jalur pemberangkatan, sementara sisanya akan di tempatkan di pool berada di bagian belakang Terminal Pulo Gadung. Dan untuk mengatur terminal selama musim mudik nanti petugas dari terninal yang berjumlah 29 orang akan bergantian 3 shift, sesuai dengan shiftnya masing-masing. Dari Dinas Perhubungan DKI maupun Dishub Jakarta Timur juga diperbantukan 10 orang per shift,” terangnya.

Mengenai tarif, menurut Ida, pihak Kementrian Perhubungan telah menentukan tarif atas dan tarif bawah untuk kelas ekonomi. Berdasarkan KM.64.Tahun 2013, kisaran tarif yang ditetapkannya yakni untuk tarif atas Rp 191/km, sedangkan tarif bawah Rp 99/km. Nantinya tujuan paling dekat seperti Sukabumi setelah diberlakukan tarif bawah menjadi Rp 11.484 dan tarif atasnya Rp18.676. Sedangkan untuk bus tujuan Bandar Lampung-Palembang tarif bawahnya Rp 68.904 dan tarif atasnya Rp 112.056.

“Untuk kelas eksekutif, tarif akan ditentukan oleh masing-masing perusahaan berdasarkan mekanisme pasar. Bila ada pelanggaran terhadap tarif maupun perilaku karyawan PO, akan kita tindak. Nantinya, akan ada petugas Dirjen Perhubungan Darat, yang langsung melakukan pengawasan. Biasanya bila ada pelanggaran akan diberi peringatan, tetapi bila menyimpang dari ketentuan dari Dishub trayek ijinnya dapat dicabut,” pungkasnya.@winarko