Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Asosiasi Pengusaha Tambang Indonesia (Apemindo) menilai tenggang waktu pembangunan smelter di tahun 2014 tidak masuk akal.

Wakil Ketua Apemindo, Agus Suhartono menyebutkan, pembangunan tempat pengolahan akhir atau smelter memerlukan waktu 5-7 tahun sehingga ragu jika target itu tercapai.

“Sekarang itu kendala utama kesiapan model. Kita ini mau membuat pabrik, kita harus membuat data mineral research dan tidak sekadar sample yang membutuhkan waktu 2-3 tahun,” ujar Agus di Jakarta, Sabtu (20/07/13).

Agus mengaku telah melakukan penelitian sejak tahun 2009 dengan melakukan investasi hampir 40 hingga 50 ribu US Dollar. “Kita baru tahu hasil risetnya seperti apa dan mendapatkan jenis produknya. Barulah investor masuk,” tandasnya.

Dirinya bersama Apemindo mendorong perusahaan tambang untuk menghadapi bisnis yang berkelanjutan yakni dengan cara melakukan penggabungan usaha.

“Kalau mau tetap sustainable lakukan konsorsium atau menjualnya kepada industri smelter di luar negeri,” tuturnya.

Sebelumnya, Pemerintah mengharuskan perusahaan untuk membuat unit pengolahan mineral atau smelter dengan batas waktu 2014. Namun, pengusaha menolak dikarenakan pembuatan smelter merupakan padat modal.@priokustiadi