LENSAINDONESIA.COM: Salah satu pelukis Tanah Air, Yarno menilai, kritik sosial tidak hanya dapat ditumpahkan melalui aksi unjuk rasa. Ketidakpuasan soal keadaan dapat diluapkan lewat goresan di atas kanvas.

“Lukisan saya memang bersifat kritik sosial. Itu untuk keseimbangan kita sendiri. Karena saya melihat ada masalah seperti global warming yang saat ini menjadi ancaman,” kata Yarno saat bebrincang dengan LICOM di Jakarta, Senin (22/07/2013).

Yarno mencontohkan, persoalan di kota Jakarta yang saat ini kerap ditimpa bencana seperti banjir, angin puting beliung dan lain-lain. “Itu kan sebab kecerobohan manusia, jadi kita sama-sama mengingatkan,” jelasnya.

Yarno yang telah memproduksi 51 buah lukisan sejak tahun 2007 ini, berharap agar para pemimpin negeri ini tidak serakah dan memiliki jiwa empati terhadap masyarakatnya. “Jaga ekosistem, kalau tidak, maka kita cenderung akan dimangsa alam nantinya,” ucapnya.

Yarno melanjutkan, seharusnya pabrik-pabrik mulai dibatasi. Bukan melarang, namun harus disesuaikan. “Istilah bahasa Jawa itu jangan nggragas (serakah),” pungkasnya.

Direktur Galeri Apik, Rahmat mengatakan, lukisan yang dihasilkan Yarno mengkritisi keadaan yang sehari-hari terjadi. “Kita tahu contohnya di Jakarta ini, di jaman Presiden Soekarno udara masih bagus, kalau sekarang ingin udara segar orang Jakarta harus ke Bogor,” paparnya.

Rahmat mengungkapkan, Yatno merupakan pelukis yang telah mendapatkan penghargaan The Best Watercolor ISI Jogyakarta di tahun 1995 dan sekaligus Minister of Tourism Award di tahun 1998. “Yarno mengembangkan objek humanis lingkungan ke dalam simbol-simbol surrealisme,” tuturnya.

Di tahun 2008, karya-karya Yarno sempat dipamerkan di suatu group exhibition UNESCO dan berikutnya Grand Marche d’art Comtemporail al Bastille Paris.

“Yarno merasakan sendiri sesaknya hidup di tengah himpitan tekanan industrial, penebangan pohon serta efek samping urbanisasi yang kian merambah pegunungan, pantai dan pedesaan. Ternyata karya Yarno mendapat sambutan hangat kolektor dari London, Seoul, Jepang, Australia, Singapura dan Tiongkok,” bebernya.

Ditahun 2013 ini, Yarno juga akan menggelar sembilan karyanya yang akan di pamerkan pada ajang Bazzar Art 2013. Di antara karya lukisan Yarno berjudul Blue Forest, Fishman, Factory Life, Fire Front.@aguslensa