LENSAINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  bergerak cepat menginvestigasi proyek jalur Pantura, menyusul BPK melakukan audit, langsung ditanggapi positip  anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani. Wakil Rakyat di Senayan ini, menyatakan memberikan dukungan penuh, karena tiap tahun menjelang Lebaran selalu ada perbaikan jalur Pantura, dan tiap tahun juga rusak.

Menurut A Yani, gebrakan KPK ini perlu diapresiasi. Apalagi, proyek perbaikan jalan menjelang Lebaran itu tidak hanya jalur Pantura, tapi terjadi hampir di seluruh Indonesia. Sehinga, tiap tahun harus dianggarkan terus.

“Di Sumatra  juga gitu, banyak proyek (serupa). Saya kira ini langkah awal, jangan berhenti pada proyek Pantura saja,” tegas Ahmad Yani kepada LICOM di Jakarta, Selasa (23/07/2013).

Politisi PPP ini, juga sepakat mencurigai proyek itu jadi bahan bancak’an. Sehingga, langkah KPK harus didukung untuk membongkar sampai ke puncak. Karena proyek besar itu diduga selalu saja ada permainan markup anggaran dan tidak sesuai spek.

“Kan BPK bisa mengaudit ketebalan struktur macam-macam. Secara teknis, saya tidak kuasai, apakah ini ada permainan atau  tidak. Dan tak hanya jalan, tapi infrastruktur banyak permaianan. Contoh, jembatan Kukar tidak ada kabar. Itu proyeknya banyak dimakan. Volume kerjaan dikorupsi dua kali. Kita dukung KPK agar KPK bongkar seluruh jalan. Besok Pantura, jalan Sumatra juga tiap tahun anggaran,” tandas Yani.@endang