LENSAINDONESIA.COM: Demi pedidikan anak, seorang ibu akan melakukan apa saja. Tak perduli harus mengeluarkan biaya besar, asal anaknya bisa masuk perguruan tinggi impian. Seperti yang dialami oleh Eni Sri wilujeng. Sayangnya biaya puluhan juta itu raib ditipu orang.

Warga Dusun Jakun, Desa Jatilengkong, Kecamatan Pungging ini tertipu lantaran tergoda oleh bujuk rayu calo yang menawarkan bisa memasukkan anaknya ke Unesa.

Eni menceritakan, setelah anaknya lulus SMA beberapa waktu lalu, ia ingin mendaftar ke UNESA. Seorang teman memperkenalkannya dengan Gatot Arifianto, warga Krembung Kabupaten Sidoarjo. Saat itu Gatot dengan menyakinkan bisa memasukkan anaknya ke Unesa, karena ia mengaku mengenal rektor.

Namun gatot punya syarat, agar bisa diterima, ia meminta uang sebesar 25 juta rupiah kpepada Eni. Alasannya untuk administrasi dan jaminan bahwa anaknya dietriam di Universitas yang dulunya bernama IKIP tersebut..

“Tapi saat pengumuman nama anak saya tak tercantum,” kata Eni.

Mengetahui anaknya tak masuk, Eni kemudian menghubungi pelaku, tapi ponselnya tidak aktif. Sebagai jalan terakhir Eni melaporkan peristiwa yang menimpanya ini pada polisi .

“Sadar ditipu saya langsung melapor,” imbuhnya.

Sementara itu AKP I Gde Suartika, kasatreskrim Polres Mojokerto mengatakan, pihaknya meminta kepada masyarakat agar tak mudah percaya dengan orang yang baru dikenal.”Kita himbau agar masyarakat ikut waspada,” katanya.@rif