Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JAKARTA

Mengenaskan! 1 korban ‘Metro Mini T 47 Maut’ meninggal dunia 

LENSAINDONESIA.COM: Salah satu korban tertabrak Metro Mini T47 bernama Beniti Lini Manata (12) akhirnya meninggal dunia di RS Pusat Persahabatan pada Selasa (23/7) malam. Selanjutnya, korban yang meninggal akibat luka dalam tersebut, di kebumikan di TPU Kemiri, Jl Utan Kayu Raya, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (24/7/13).

Ayah korban, Bunyamin (47), mengatakan bahwa puteri sulung dari 4 bersaudari itu sempat siuman saat di rawat di rumah sakit. Begitu sadar ia mengeluhkan sakit di bagian dada bagian kirinya.

“Saya sempat nenangin dia, sabar ya nak, yang kuat, bapak sama ibu ada disini,” kata Bunyamin dengan nada sedih meratap kepergian putrinya.

Tak lama kemudian, pihak keluarga diminta berkumpul oleh dokter yang menanganinya. Sang dokter menjelaskan bahwa kondisi Beniti mengalami pendarahan antara liver atau jantung.

“Dokter cuma bilang pendarahan di dalam, dan satu-satunya jalan harus dilakukan bedah. Tapi soal pendarahan dimana dan keberhasilannya dokter tidak berani memastikannya,”ujarnya.

Mendengar penjelasan demikian, pihak keluargapun langsung menyetujui dilakukan bedah. Sayangnya, belum sempat dilakukan bedah, korban yang mengalami dahi bagian kiri sobek dan pipi bagian kiri lecet-lecet itu, harus menghembuskan nafas terakhir meninggalkan ketiga adiknya.

Kepergian Beniti amatlah mengagetkan keluarga. Bahkan, pada hari keberangkatan terakhirnya ke sekolah, Bunyamin sempat berseloroh dengan anak tercintanya. Sebelum berangkat, Beniti yang tinggal di RT 11/02 Kelurahan Rawamangun di jemput oleh kedua temannya.

“Waktu itu dia bawa amplop warna biru, di dalamnya bawa berkas apa gitu dan berkas itu sempat berantakan. Saya langsung bilang sama dia, nak kamu kalau SMA baru pinter kali ya,” ucapnya yang disusul isak tangis.

Kepala Unit Laka Lantas Satlantas Wilayah Jakarta Timur Ajun Komisaris Agung Budi Leksono, mengungkapkan korban atas nama Beniti sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga:  DeDurian Park, lokasi shooting Cak Sodik Monata promosikan kota Jombang

“Sementara, kedua teman Beniti yang sebelumnya di rawat di RS Antam Medika, Reni Anggraeni (12) dan Rahmi Utami (12) kini sudah membaik. Bahkan, Rahmi yang kondisinya saat tertabrak paling mengkhawatirkan kini sudah di pindah ke RSUD Tarakan dan sudah mulai siuman,” jelasnya.

Ia menuturkan, sampai saat ini pihaknya belum dapat menetapkan pasal yang akan dikenakan terhadap WS supir Bis Metro Mini T 47. Hal tersebut dikarenakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap WS dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi saat kejadian.

“Dari hasil pemeriksaan tes urine pengemudi tidak ditemukan menggunakan narkoba atau minuman keras, namun sesuai fakta dilapangan metromini itu tidak layak jalan meskipun surat -surat hidup seperti pedal rem dan pedal kopling di ikat karet ban agar balik karena per rem tidak berfungsi,” tuturnya.

Meski demikian, Agung mengatakan, pengemudi sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan acaman hukuman pasal 310 undang-undang lalu lintas enam tahun penjara akibat kelalaiannya menyebabkan orang lain meninggal dunia.@winarko