Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JAKARTA

Laka lantas ungkap penyebab kecelakaan ‘Metro Mini maut’ 

LENSAINDONESIA.COM: Pemeriksaan awal kepolisian terkait kecelakan tragis yang di alami Metro Mini T47 menewaskan satu orang dan melukai dua siswi kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Alwashliyah 1 Rawamangun di Jl Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur pada Selasa (23/7/13) lalu, selain menemukan adanya faktor human eror juga mengungkapkan lemahnya pengawasan terhadap angkutan umum di DKI Jakarta.

Umumnya dari faktor sopir yang ugal-ugalan mengemudikan kendaraannya di jalur bus Transjakarta, juga di temui fakta bahwa selama 3 tahun Wabdi Sihombing (22) menarik Metro Mini, bahwa dirinya tidak memiliki SIM. Bahkan, kondisi kelayakan mobil yang pedal rem dan koplingnya hanya diikat dengan menggunakan karet merupakan fakta yang patut dipertanyakan mengapa dengan kondisi demikian buruk, bus itu pun masih mengantongi surat layak jalan KIR yang berlaku hingga 13 Desember 2013.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan awal pada fisik kendaraan, kita temukan indikasi kendaraan tersebut tidak layak untuk beroperasi. Kita temukan rem dan kopling sudah diikat dengan menggunakan karet,” kata Kepala Unit Laka Lantas Satlantas Wilayah Jakarta Timur, Ajun Komisaris Polisi, Agung Budi Leksono.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Mirza Aryadi, mengaku sudah mendapat koordinasi dari pihak kepolisian terkait ketidak layakan Metro Mini tersebut. Unit Pelayanan Uji KIR akan langsung melakukan pengujian terhadap metromini T 47 itu apakah layak jalan atau tidak.

“Selain digunakan untuk kepentingan penyelidikan, hasil uji itu akan kami serahkan ke tingkat provinsi untuk dijadikan alat untuk memberikan sanksi kepada operatornya. Kewenangan untuk memberi sanksi memang ada di tingkat pusat,” tandasnya.@Winarko

Baca Juga:  Di ISEF 2019, BI bakal luncurkan Wakaf Tunai dan Zakat Digital