Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE TECHNO

PT Smartfren Telecom antisipasi lonjakan trafik saat lebaran 

LENSAINDONESIA.COM: Operator Telekomunikasi PT Smartfren Telecom Tbk melakukan optimalisasi jaringan melalui sejumlah base transceiver station (BTS) di area Jawa Timur, Bali, dan Lombok guna mengantisipasi kenaikan trafik telekomunikasi menjelang lebaran 1434 Hijriah.

“Untuk menghadapi tingginya lonjakan trafik itu, baik saat Ramadhan maupun Lebaran kami telah mempersiapkan 5.000 BTS di seluruh Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan,” kata Regional Head East Java Bali Nusa Tenggara Smartfren, Arinto Utama, pada LICOM, Jumat (26/7/2013).

Hal itu dikarenakan adanya penyesuaian dengan pengalaman pada trafik lebaran tahun lalu dimana kebutuhan telekomunikasi masyarakat meningkat dua kali lipat dibanding saat kondisi normal. “Indikasinya terlihat pada bulan Juni lalu mengingat trafik telekomunikasi di wilayah kerja kami meningkat antara 50-60 persen dibandingkan hari normal,” ujarnya.

Khusus di Jatim jumlah BTS mencapai 1.400 BTS. Bahkan, seluruhnya sudah dioptimalisasi untuk layanan data dan telepon. Selain itu pihaknya juga sudah mengaplikasikan teknologi `Data Optimized/DO Advance`. “Teknologi itu kini yang tercanggih untuk jaringan CDMA di lima kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang, dan Yogyakarta,” katanya.

Untuk memenuhi permintaan masyarakat telekomunikasi, pihaknya juga menyiapkan cadangan tiga jalur alternatif untuk layanan internet sehingga apabila ada jalur yang putus maka tetap dapat beroperasi. “Kami yakin dengan mengimplementasi teknologi DO Advance tiap pengguna dapat memiliki pengalaman yang lebih baik,” katanya.

Pihaknya mencontohkan, layanan internet yang terus `on` meskipun dalam keadaan trafik yang padat dan baterai telepon seluler pintar semakin lebih hemat. Mengenai pasar telekomunikasi nasional termasuk di Jatim, sampai sekarang dominasi 65 persen disumbang oleh besarnya permintaan masyarakat terhadap layanan data.

“Kondisi itu seiring kian beragamnya ‘mobile messenger’ yang digemari pasar seperti Line dan Kakao talk. Kehadiran ‘messenger’ itu banyak diminati karena masyarakat bosan dengan penggunaan pesan singkat maupun telepon,” katanya.

Baca Juga:  Terapkan Farmer2Farmer, peternak sapi perah ini berhasil tingkatkan produksi susu

Terkait dengan realisasi jumlah pelanggan, sampai sekarang mampu mencapai 11,3 juta pelanggan di tanah air. Dari jumlah itu sebanyak 25 persen di antaranya disumbang oleh Jatim. “Melalui beberapa strategi layanan yang digunakan pada saat ini, kami yakin sampai akhir tahun jumlah pelanggan di pasar nasional bisa meningkat menjadi 20 juta pelanggan,” pungkasnya. @dony