Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Jawa Tengah

Pedagang Pasar Pungkuran kebanjiran rejeki jelang lebaran 

LENSAINDONESIA.COM: Bulan Ramadhan dianggap penuh berkah bagi para penjual busana muslim dan kitab di sentra Pasar Pungkuran, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, yang mendadak kebanjiran rejeki.

Dari pantauan LICOM, tampak omzet penjualan busana muslim dan kitab di beberapa toko dan pengecer pada bulan Ramadhan meningkat tajam dibanding bulan-bulan sebelumnya. Peningkatan itu disebabkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan busana muslim dan kitab pada bulan puasa itu hingga Hari Raya Idul Fitri.

Pemilik kios busana Al`amin, Rozikin, mengatakan omzet penjualan busana muslim sangat meningkat. Rata-rata para pembeli mencari sarung, baju koko, butik, peci, kerudung. “Dalam dua hari ini pendapatan yang saya peroleh bisa mencapai Rp. 5 juta perhari, padahal di bulan-bulan sebelumnya hanya rata-rata Rp 500 ribu hingga Rp. 1 juta perhari,” terangnya, Sabtu (27/7/2013).

Meski pendapatan itu tergolong pemasukan kotor bagi Rozikin, namun dia sudah merasa cukup beruntung. Pasalnya dirinya bisa meraup untung bersih hingga 30 persen per hari. Bahkan kondisi ini bisa dan akan berlangsung hingga hari H+7 Idul Fitri 1434 H nanti. “Puncak keramaian nanti H-7 dan bahkan bisa sampai lebaran H+7 (syawalan),” tambahnya

Sementara Abdul Syakur, pemilik toko kitab Muslimin, juga merasakan hal yang sama. Di toko itu, dirinya juga kebajiran order kitab dan Alqur`an. “Justru peningkatan penjualan sejak sebelum puasa Ramadhan. Rata-rata al-qur`an dan kitab kuning yang dicari pembeli,” tuturnya.

Meski tak sebanyak kenaikan omzet busana muslim, Syakur cukup bersyukur karena dagangannya laris terjual. Dan omzet bisa mencapai Rp 2 juta dari sebelumnya yang hanya Rp 1 juta.

Disamping busana muslim, penjualan aksesoris dan minyak wangi juga mengalami peningkatan cukup tajam. Bahkan untuk menyiasati pembeli, para pedagang minyak ini memberikan tawaran harga ( promo) yang cukup menarik. “Kami berikan promo khusus untuk minyak wangi, yaitu potongan harga hingga 20 persen,” terang Dul Karim. @nur

Baca Juga:  AGI bareng IKAGI segera rumuskan upaya dinamisasi produksi gula