LENSAINDONESIA.COM: Andry Bin Hamdani (32) tersangka yang tega menghabisi nyawa istrinya sendiri Lismini (25), dipicu lantaran adanya pesan singkat yang masuk ke handphone milik korban. Pelaku Andry menduga pesan singkat tersebut dari selingkuhan istrinya.

“Adanya sms itu, pelaku cemburu, akhirnya muncul niat untuk menghabisi korban,” ujar Kapolsek Jagakarsa Kompol Herawaty kepada wartawan, Selasa (30/7/13).

Herawaty melanjutkan, saat istrinya tertidur lelap, Andry langsung melakukan niatnya. Diawali dengan menindih perut sang istri. “Saat tengah malam timbul niat untuk membunuh,” terangnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Novi Nurohmad mengatakan sebelum membunuh, tersangka terlebih dahulu menulis pengakuan di buku agenda korban yang ditujukan untuk kedua orangtua istrinya.

Tulisan itu berbunyi,”Maafin saya ibu, ini saya lakukan terpaksa karena saya sakit hati. Saya merasa terpojok. Saya cemburu. Ada alasannya waktu itu di HP-nya Mini ada seseorang telepon terus SMS yang sangat mesra. Saya tegur malah marah-marah kepada saya seperti ini. Mini tidak mengerti perasaan saya,” demikian pengakuan Andry yang ditulis dalam buku harian korban.

Sebelumnya pasangan suami istri ini terlibat pertengkaran hebat, namun sudah mereda, cekcok pun selesai, namun ketika sang istri tertidur timbul niat pelaku untuk menghabisinya “Pelaku mencekik, kemudian membekapnya dengan menggunakan sprei hingga meninggal dunia,” Jelas Novi.

Sebelumnya, sesosok mayat wanita ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Moh Kahfi 2 RT 04/04, Jagakarsa Jakarta Selatan tepatnya di depan SPBU pada Senin (29/7/13) kemarin. Pelaku pembunuhan yang tak lain suaminya sendiri menyerahkan diri ke Polsek Jagakarsa sekitar pukul 13.00 Wib, Polisi pun mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 340 dan 338 tentang pembunuhan berencana serta Pasal 44 ayat (3) UU RI No 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga hingga menyebabkan kematian.@hermawan