Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE UTAMA

Istri Gus Dur sahur bareng di Gereja Kristen Jawi Wetan 

LENSAINDONESIA.COM: Puasa merupakan sekolah untuk kesabaran dan kejujuran. Ibadah puasa mengajarkan orang untuk bisa sabar dan menjalankan perilaku yang bersandar pada kejujuran sikap.

Demikian pernyataan Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, saat acara sahur bersama di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno Jombang, Kamis (01/08/2013) dinihari kemarin.

Kejujuran, menurut Sinta Nuriyah, saat ini menjadi sesuatu yang mahal di Indonesia.

“Sekarang ini Indonesia mengalami krisis kejujuran. Para pemimpin kita sekarang ini banyak yang tidak jujur. Darimana bisa menilai itu? Kita lihat sekarang banyak korupsi, manipulasi, kebohongan dan cara yang menghalalkan segala macam cara,” ujar istri presiden RI ke 4, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu.

Momentum sahur bersama dengan dhuafa, lanjut Sinta Nuriyah, menjadi saat dimana dirinya ingin mengajak setiap orang yang menjalankan puasa agar serius dengan ibadah yang dilakukan.

“Saya ingin mengajak dan mengingatkan agar saudara saya sesama muslim bisa puasa dengan sungguh-sungguh. Puasa yang sebenarnya puasa,” katanya.

Menurut Sinta Nuriyah, puasa sebenarnya mengajarkan banyak hal. Namun, lanjut dia, ajaran dan hikmah puasa tidak mampu diraih karena banyak yang tidak sungguh-sungguh berpuasa.

“Masalahnya, banyak yang berpuasa itu hanya untuk menggugurkan kewajiban. Padahal, puasa itu mengajarkan moral dan budi pekerti yang luhur,” tutur dia.

Sementara itu, acara sahur bersama Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid yang diselenggarakan di GKJW Mojowarno Jombang dihadiri oleh sekitar 300 orang. Mereka berasal dari warga setempat, warga Desa Mojowarno, para fakir miskin, yatim piatu serta para jema’at gereja GKJW.

Selain itu, acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh agama dan ormas, komunitas Gusdurian Jombang, serta komunitas anak muda lintas agama (stara muda) Jombang. “Yang hadir ada sekitar 300 orang. Diantaranya ada fakir miskin, yatim piatu dan warga sekitar,” ungkap Wimbo Suncoko, Pendeta GKJW Mojowarno Jombang.@MOH_syafii

Baca Juga:  Ada yang deg-degan, Warga Binaan Rutan Rangkasbitung jalani deteksi dini HIV AIDS