Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Mojokerto

MUI: Pakai mobil dinas saat Lebaran hukumnya Ghasab 

LENSAINDONESIA.COM: Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jombang, KH. Cholil Dahlan menyatakan, para pejabat pemerintah yang menggunakan mobil dinas untuk silaturrahmi saat Hari Raya Idul Fitri menjadi orang yang melakukan tindakan tidak terpuji.

Kata Cholil, penggunaan mobil dinas saat Lebaran bukan pada tempatnya, karena kendaraan dinas untuk kepentingan umum.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang ini menceritakan, pada zaman pemerintahan Khalifah Umar bib Khattab, dia sebagai pemimpin kala itu selalu berusaha membedakan mana urusan pribadi dan mana yang menjadi urusan publik.

Bahkan, saat ada kunjungan yang sifatnya untuk kepentingan pribadi, Khalifah Umar akan mematikan lampu yang dibiayai oleh pemerintahan dan menyalakan lampu yang berasal dari harta bendanya sendiri.

“Seharusnya para pejabat sekarang meniru apa yang dilakukan Khalifah Umar,” ujar Cholil Dahlan, Sabtu (03/08/2013).

Soal hukum penggunaan mobil dinas untuk kepentingan pribadi saat lebaran, Cholil Dahlan menyebut hal itu sebagai tindakan ghasab, yakni menggunakan barang yang bukan peruntukannya. “Hukumnya bukan haram, tetapi hanya sebagai tindakan tidak terpuji. Hukumnya belum sampai mencuri, ini namanya ghasab karena mencuri peruntukannya,” ulas dia.

Bagaimana dengan pahala silaturrahim dengan mobil dinas? Menurut Cholil Dahlan menyatakan tindakan itu bisa mengurangi tingkat pahala silaturrahminya. “Karena barang yang digunakan adalah barang ghasab, nilai pahalanya bisa berkurang,” jelas dia.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Jombang memperbolehkan para pegawai menggunakan mobil dinas saat hari raya Idul Fitri. Penggunaan mobil dinas saat lebaran bertujuan untuk keamanan dan perawatan kendaraan.@MOH_syafii

Baca Juga:  Mendikbud Mas Nadiem benahi kualitas akses Pendidikan Anak Usia Dini, selenggarakan konferensi PAUD Internasional