Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
LENSA DEMOKRASI

Nur Syam: Mudik Lebaran, tradisi yang diperkuat justifikasi agama 

LENSAINDONESIA.COM: Tradisi mudik Lebaran merupakan fenomena khas di Indonesia. Tradisi ini kian kuat bertahan dengan adanya justifikasi dari agama. Penilaian itu dilontarkan Guru Besar Ilmu Sosiologi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya, Prof. Nur Syam saat berbincang santai dengan LICOM di kediamannya, Minggu (04/08/2013).

Menurut mantan Rektor IAIN Sunan Ampel ini, fenomena mudik Lebaran adalah sebuah gejala sosial yang positif, karena di dalamnya ada semangat kebersamaan bertemu keluarga.

“Tradisi mudik memang fenomena unik khas Indonesia, di dalamnya ada semangat dan kebutuhan sosial ingin bertemu keluarga,” ujarnya.

Menurut Sekjend Pendidikan Agama Islam Kemenag RI ini, semangat kebutuhan sosial tadi semakin menguat ketika ditambah oleh justifikasi agama seperti nilai silaturrahim.

“Gejala sosial ketika dikuatkan oleh justifikasi agama maka akan semakin tidak terbendung. Seperti nilai silaturrahim yang dianjurkan agama, bertemu dengan handai taulan, kerabat dan sanak famili yang lain. Inilah momentum perpaduan yang pas sehingga mudik menjadi fenomena dan disanalah nilai mudik itu sesungghunya, melalui mudik kita bisa mengambil pelajaran bagaimana membangun relasi sosial dalam semangat kebersamaan dan kekeluargaan,” terang Nur Syam.

Sebagai tradisi yang satu-satunya ada di Indonesia, Nur Syam berharap tradisi ini terus dipertahankan. Tentunya dengan dibarengi sebuah sistem yang bagus untuk mengurai segala masalah yang mengitari di sekitar mudik seperti kemacetan dan kecelakaan.@firdausi

Baca Juga:  Balai Bahasa Jatim beri penghargaan pengguna bahasa media luar ruang 2019