LENSAINDONESIA.COM: Para petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Jombang melakukan penundaan dan penghentian pengiriman tebu ke Pabrik Gula (PG) Djombang Baru.

Perbedaan batasan rendemen tebu menjadi faktor terhambatnya pasokan tebu dari petani ke pabrik yang berlokasi di Kota Jombang ini.

Ketua APTR Jombang, Basyaruddin Saleh mengatakan, pihaknya memilih menghentikan pengiriman tebu ke PG Djombang Baru karena rendahnya rendemen yang ditetapkan oleh pabrik.

PG Djombang Baru, kata dia, menganalisa jumlah rendemen dalam tebu yang dikirim petani tebu anggota APTR hanya sebesar 4-5 persen.

Rendahnya rendemen sebagaimana ditentukan PG Djombang Baru, menurut Basyaruddin, akan merugikan petani tebu. “Kami menunda pengiriman tebu ke PG Djombang baru karena rendemen yang terlalu rendah, kami tidak akan mengirimkan tebu sebelum ada kesepakatan rendemen sebagai ketentuan Perda Propinsi,” katanya, Rabu (14/08/2013).

Basyaruddin menyatakan, APTR yang beranggotakan 400 orang petani se-wilayah PG Djombang Baru akan terus menghentikan pengiriman tebu sebelum APTR dan manajemen PG Djombang Baru menemukan kesepakatan jumlah rendemen sebagaiman diatur dalam Perda Propinsi Jawa Timur Nomor 17 Tahun 2012 tentang Peningkatan Rendemen dan Hablur Tanaman Tebu.

“Tidak ada batasan waktu untuk penghentian ini. Kalau sudah ada kesepakatan, baru akan kirimkan tebu ke pabrik,” tandas Basyaruddin.

Sebagaimana diketahui, Perda Propinsi Jawa Timur Nomor 17 Tahun 2012 tentang Peningkatan Rendemen dan Hablur Tanaman Tebu. Pada pasal terkait rendemen, Perda tersebut mengatur batasan minimal rendemen sebesar 8 persen.

“Jumlah rendemen harus sesuai dengan Perda Propinsi,” ujar Pengurus Pusat GP Anshor ini.

Sementara itu, di lapangan parkir truk pengangkut tebu di sebelah barat PG Djombang Baru, puluhan truk pengangkut tebu memilih parkir dan tidak masuk ke dalam pabrik. Sekitar pukul 11.00 WIB, puluhan sopir truk itu akhirnya memilih pulang dan tidak masuk ke dalam pabrik karena tidak adanya kesepakatan antara APTR dengan PG Djombang Baru.

Di lokasi pabrik, jajaran Direksi dan Manajemen PG Djombang Baru saat hendak dikonfirmasi tidak ada di tempat. Aktifitas pabrik yang sudah memasuki masa giling juga terlihat sepi.@MOH_syafii