Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Realisasi proyek pembangunan gedung rawat inap khusus pasian akibat dampak rokok senilai Rp 2,9 miliar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang meleset dari jadwal.

Akibatnya, ruang perawatan khusus bagi pasien perokok belum dimiliki oleh rumah sakit milik daerah ini.

Wakil Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran mengatakan, pada tahun 2013 ini RSUD Jombang dipastikan menerima kucuran anggaran melalui dana alokasi khusus (DAK) bagi hasil cukai senilai Rp 2,9 miliar. Anggaran sebesar sedianya direalisasikan untuk pembangunan gedung rawat inap bagi pasien dampak rokok.

Namun, kegagalan tender lelang melalui layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) selama 2 kali membuat pelaksanaan proyek ruangan khusus tersebut terhambat.

“Sudah melalui tahap proses lelang di LPSE. Tetapi panitia belum menentukan pemenang tender, karena retender mengalami dua kali kegagalan,” kata Puji Umbaran, Minggu (18/08/2013).

Dia menuturkan, untuk merealisasikan turunnya anggaran proyek DAK tersebut, pihak RSUD Jombang sudah mempersiapkan lahan dengan memanfaatkan bekas gedung ruang cempaka.

Bahkan, untuk mendirikan ruangan perawatan yang diproyeksikan bagi perawatan pasien perokok itu, rumah sakit sudah
melakukan pembongkaran bekas gedung ruang cempaka.

Puji Umbaran mengungkapkan, proses lelang pengadaan melalui LPSE sudah dilakukan antara bulan April – Juli lalu. Namun, dua calon rekanan yang sudah mendaftar dinilai belum memenuhi kualifikasi.

“Alasannya, pertama gagal karena terdapat kesalahan penulisan pada angka penawaran. Sedangkan, kegagalan kedua, rekanan tidak bisa menunjukkan dokumen sertifikasi rekanan pengadaan barang dan jasa asli,” terang Puji.

Belum adanya rekanan untuk melaksanakan proyek pembangunan ruang perawatan khusus bagi pasien perokok, saat ini dilaksanakan tender ulang melalui LPSE. “Masih ada waktu yang tersisa dan panitia kembali membuka retender kedua,” pungkas Puji Umbaran.@MOH_syafii