LENSAINDONESIA.COM: Janji Kejari Surabaya untuk menyelesaikan berkas dakwaan Carolina Gunadi usai lebaran ternyata hanya bualan.  Pasalnya sampai saat ini Kejari Surabaya tak kunjung melimpahkan berkas perkara tersangka pembobol Bank Jatim, Carolina Gunadi ke Pengadilan Tipikor Surabaya untuk segera disidangkan. Padahal Mabes Polri telah melakukan pelimpahan tahap dua ke Kejari Surabaya sejak dua bulan yang lalu.

Anehnya, dalam penanganan kasus korupsi yang lain, Pengadilan Tipikor Surabaya tak membutuhkan waktu yang lama, lalu kenapa Kejari Surabaya bekerja sangat lamban dalam kasus pembobol Bank Jatim ini? Staf Panitera Pengadilan Tipikor Surabaya, Abdullah Saddad berdalih pihaknya sampai saat ini belum menerima pelimpahan berkas perkara pembobolan Bank Jatim dengan nama terdakwa Carolina Gunadi.

“Belum ada berkas perkaranya Mas. Belum ada pelimpahan berkas perkara dari Kejari Surabaya terkait kasus pembobolan Bank Jatim dengan nama terdakwa Carolina,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (22/8/2013).

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Surabaya, Nurcahyo Jungkung Madya membantah jika pihaknya dinilai lamban dalam menangani kasus yang merugikan negara sekitar Rp 52 miliar ini. Ia mengaku, sampai saat ini berkas perkara Carolina Gunadi masih dalam tahap penyusunan dakwaan tim jaksa. “Masih dalam tahap penyusunan dakwaan, kami berusaha agar secepatnya rampung,” ujarnya saat dikonfirmasi LICOM.

Carolina sendiri sampai saat ini sedang ditahan di Rutan Klas 1 Surabaya di Medaeng dan masa penahanannya hampir habis sehingga Kejaksaan wajib menyelesaikan berkas agar masa tahanan tidak habis sebelum disidangkan.

Seperti diberitakan, Carolina merupakan pemilik dua perusahaan, yaitu CV Media Sarana Pustaka dan CV Kharisma Pembina Ilmu, yang mengajukan kredit yang ternyata fiktif ke Bank Jatim. @ian_lensa