LENSAINDONESIA.COM: Meski kekuatan PSIS Semarang sudah tak seperti dulu, namun Persebaya Surabaya masih tetap berhati-hati menghadapi Tim Mahesa Jenar.

Kedua tim dijadwalkan bentrok, Minggu (25/8/2013) mendatang. Di atas kertas anak asuhan Tony Ho ini, 50 persen lolos Indonesia Super League (ISL) tahun depan. Meski begitu mereka tetap akan tampil ngotot agar tak ketinggalan angka. Tekatnya memetik angka penuh di kandang sendiri.

Seperti diketahui, PSIS baru saja mencoret lima punggawanya karena aksi mogok latihan. Lima pemain yang dicoret adalah Kapten Tim Imral Usman, Iswandi Dai, Morris Power Bayour, Nurul Huda dan Edy Gunawan. Mereka dicoret, selain alasan mogok latihan juga karena menuntut kejalasan gaji.

Mendengar polemik yang melanda calon lawannya, pelatih Tony Ho meminta para pemain tak terpengaruh dan menganggap enteng PSIS. “Yang harus kami lakukan adalah bermain maksimal, meraih poin penuh untuk mengamankan peluang ke semifinal,” tegas Tony.

Masih menurut Tony, meski PSIS ditinggal lima pemainnya, bukan berarti kekuatannya melemah. “Kami harus tetap mewaspadai mereka,” pinta Tony.

Pada pertemuan pertama di Stadion Jatidiri, awal Juli lalu, kedua tim berbagi angka 2-2.Dua gol PSIS diciptakan oleh penyerang Addison Alvess. Sementara gol Persebaya DU dicetak Dennis Bedalbe dan gelandang Srdjan Lopicic.

“Saya berharap semoga pemain bisa memanfaatkan peluang ini dengan kewaspadaan untuk mengamankan tiga angka,” harap pelatih asal Makassar ini. @angga_perkasa