LENSAINDONESIA.COM: Dalam upaya memerangi berbagai tindak kejahatan, Polrestabes Semarang melalui Polsek Semarang Barat melakukan giat operasi rutin.

Dalam operasi, Rabu (21/8/2013) pukul 22.00 hingga Kamis (22/8/2013) pukul 02.00 WIB, petugas Polsek Semarang Barat berhasil mengamankan 8 preman di Jalan Gedungbatu, Semarang Barat, Kota Semarang.

Selain kedapatan membawa senjata tajam jenis pedang dan celurit, komplotan ini diketahui baru saja beraksi merampas sepeda motor Honda Karisma bernomor polisi B 6775 BRW.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan, melalui Kapolsek Semarang Barat, Kompol Yani Permana mengatakan, giat tersebut dilakukan untuk menekan angka kejahatan di wilayah hukumnya.

“Operasi Rutin kami lakukan untuk kenyamanan masyarakat, diantaranya menekan angka kejahatan,” terangnya di Mapolsek Semarang Barat, kemarin.

Para pelaku rata-rata berusia belasan tahun. Dua diantaranya adalah gadis di bawah umur. Dua gadis yang masih berstatus pelajar tersebut adalah Dewi Ratna Ningsih (16), warga Jalan Candi pawon Timur, RT 09/RW 07, Manyaran, Semarang Barat dan Dewi Apriliani (16) warga Jalan Srinindito Timur II RT 06 RW 03, Simongan, Semarang.

Sementara 6 lainnya diketahui bernama Wahyu Widodo (15), Tonianto (15), Ahmad Miftahudin (17), Arianto (20), Niko (17) dan Yanto (20). Mereka mengaku warga Ngemplak Simongan, Semarang Barat.

“Saat kami periksa mereka kedapatan membawa senjata tajam. Niko kedapatan membawa kelewang, Yanto yang membawa celurit,” jelas Yani.

Yani menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan, terkait perampasan sepeda motor yang dilakukan para preman tersebut. Pasalnya baik di Polsek Semarang Barat maupun Semarang Selatan belum ada warga yang melapor.

“Masih belum ada warga yang melapor atas kehilangan sepeda motor ini (Honda Karisma B 6775 BRW-red). TKPnya wilayah Semarang Selatan,” ungkapnya.

Yanto adalah residivis spesialis Curanmor. Sementara, Wahyu Widodo (15) mengaku hanya ikut-ikutan. Bahkan dia tidak tahu asal usul sepeda motor tersebut. “Saya sama Tonianto baru datang, lalu suruh dorong motor itu,” terang remaja yang bekerja sebagai penjaga parkir di daerah Semarang Selatan itu.

Yanto mengaku, sepeda motor yang mereka rampas merupakan milik tiga pemuda tak dikenal. Tiga pemuda tak dikenal itu tiba-tiba datang dan minta uang. Perkelahian pun terjadi. “Mereka juga bawa alat, tapi mereka kalah dan lari, motornya ditinggal dan kami bawa,” ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat, AKP Budi Rahmadi menambahkan, dalam giat tersebut, pihaknya juga mengamankan 4 motor tanpa identitas. Sepeda motor tersebut disita dari segerombolan pemuda yang ditindak di Jalan Suratmo, Semarang.

“Mereka nongkrong di pembatas jalan, saat didatangi mereka tidak bisa menunjukkan surat-surat sepeda motor,”