LENSAINDONESIA.COM: Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur tinggal hitungan hari. Semua pasangan calon berlomba-lomba memaksimalkan kemampuan yang ada untuk menarik simpati massa dengan menerjunkan juru kampanye (Jurkam), yang potensial menarik suara.

Seperti pasangan Bambang DH dan Said Abdullah yang mendaulat Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri sebagai jurkamnya dalam kampanye akbar di Surabaya, Jumat (23/8/2013).

Kedatangan istri Almarhum Ketua MPR RI, Taufik Kiemas ini rupanya mampu menarik perhatian massa yang ada di Surabaya dan sekitarnya. Ini dibuktikan dengan antusianya ratusan massa yang rela berpanas-panasan untuk menunggu pidato Megawati.

Dalam pidatonya, orang nomor satu di PDIP ini menghimbau pada semua kadernya dan masyarakat Jatim agar mendukung pasangan nomor urut 3, Bambang-Said dalam Pilgub yang akan digelar pada 29 Agustus nanti.

“Saya milih dia ini kenapa toh? Anak ini sepenuh hati berjuang dengan keyakinannya. Saya kenal sejak dia muda, makanya saya calonkan dia jadi gubenur. Karena itu masyarakat yang ingin perubaha di Jatim, ayo coblos nomor 3 pada tanggal 29 Agustus,” ujar Megawati di Lapangan Flores Surabaya.

Mega menjelaskan, masyarakat harus cerdas dalam memilih pemimpin dan yang paling penting harus berani menolak money politic (politik uang).

“Semuanya yang ada disini, bapak, ibu dan semua anak muda, kalau kalian memang ingin perubahan dan mengaku pengikut Bung Karno sebagai proklamator sejati, nanti saat masa tenang tidak ada yang mau menerima uang. Jika masyarakat masih mau menerima uang panas tersebut berarti dia tidak memiliki harga diri dan iman yang kuat,” cetusnya.

Menurut mantan presiden peremuan pertama Indonesia ini, kalau di Jawa Timur pasangan Bambang-Said tidak menang, berarti masyarakat Jawa Timur harga dirinya ditukar dengan uang lima puluh ataupun seratus ribu rupiah yang nantinya akan dibagi-bagikan oleh calon yang saat ini sedang berkuasa.

“Tolak politik uang. Junjung tinggi harga diri. Karena itu jangan lupa coblos nomor 3, Bambang-Said. Merdeka, merdeka, merdeka!” tandasnya.@sarifa