LENSAINDONESIA.COM:Universitas Indonesia (UI) kembali terpilih sebagai pilot project pelaksanaan program Less Cash Society (LCS) dari Bank Indonesia. Terkait akan dimulainya penerapan LCS tersebut, Bank Indonesia akan menggelar
sosialisasi di hadapan mahasiswa baru UI tentang LCS maupun penggunaan uang elektronik di lingkungan kampus, pada Sabtu(24/8/13) sekitar pukul:9.30 – 12.00 Wib,yang bertempat Balairung UI, kampus Depok, Jawa Barat.

Penggunaan uang elektronik banyak memberikan manfaat, Bank Indonesia terus berupaya mendorong transaksi keuangan menggunakan uang elektronik salah satunya dengan mengajak Perguruan Tinggi yaitu UI agar dapat menjadi trendsetter di kalangan perguruan tinggi lainnya.

“Dalam uji cobanya di UI, uang elektronik akan diterapkan di kantin-kantin yang ada di kompleks kampus UI.,”kata Kepala Kantor Komunikasi,Farida Haryoko,dalam siaran persnya,jumat (23/8/13).

Aplikasi uang elektronik akan dilakukan melalui lima perbankan nasional yaitu, Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, Bank CIMB dan Bank Permata.

Sejalan dengan penerapan LCS oleh Bank Indonesia, UI berencana akan menerbitkan sebuah aplikasi alat pembaca smart card dari semua bank penerbit uang elektronik berbasis kartu bernama UI Cash.

Bahkan nantinya, UI Cash dapat mengakomodasi seluruh pembayaran, sehingga nantinya semua transaksi yang ada di dalam wilayah UI akan dalam bentuk uang elektronik.

“Banyak dari pengembang yang sudah diserahkan kepada kita. Kita udah pakai buat taman tapi suratnya nggak pernah beres. Terus ada oknum yang tahu itu taman diperjualbelikan, terus sempat itu kan yang di Tambora RW masuk penjara. Si RW tahu sejak dia muda itu tahunya taman itu asetnya orang dan orang itu tunjukkin suratnya,” jelas Farida.