LENSAINDONESIA.COM: Anggota Koalisi Akuntabilitas Anggaran Negara (KUAK) Alamsyah Saragi, menilai kasus Hambalang lebih dahsyat dari kasus cicak dan buaya. Hal itu  didasarkan pada temuan-temuan baru dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) jilid II.

Alam mengingatkan kepada semua lembaga yang bertanggung jawab atas kasus ini, untuk tidak bermain api. Karena tidak menutup kemungkinan bisa menyeret mereka yang saat ini berada dalam kekuasaaan.

“Jangan bermain api, nanti terbakar. Kasus ini lebih dahsyat dari kasus cicak dan buaya, karena kasus ini tinggal satu inci dekat dengan jantung kekuasaan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (25/8/2013).

Karena itu, lelaki yang akrab disapa Alam ini, mendesak DPR untuk segera mempublikasi hasil audit BPK kepada publik. Sebagai konsekuensi bahwa DPR sebagai lembaga publik yang dituntut transparansi. “Di negara manapun dokumen rahasia apapun ketika jatuh di lembaga publik, maka harus segera diumumkan kepada publik,” tegasnya.

Sebelumnya, BPK enggan memaparkan hasil audit Hambalang jilid II. Alasannya, khawatir jika diumumkan akan mengganggu proses penegakan hukum karena merupakan dokumen pengecualian.@firdausi