LENSAINDONESIA.COM: Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menilai depresiasi rupiah yang terjadi saat ini berpotensi mengganggu stabilitas nasional. Menurutnya, selain merongrong keseimbangan neraca perdagangan, juga dipastikan bahwa penguatan nilai tukar dolar AS akan mendongkrak harga bahan pangan di pasar dalam negeri.

“Saya melihat bahwa depresiasi rupiah saat ini akan menghadirkan dilema yang cukup serius bagi pemerintah. Pemerintah harus memilih satu di antara dua opsi yang tersedia. Yakni fokus menjaga  keseimbangan neraca perdagangan, atau all out menjaga stabilitas,” ujarnya kepada LICOM Minggu (25/8/2013).

Bambang menganalisi, bahwa  selama ini gelembung nilai impor BBM nyaris menjadi satu-satunya faktor perusak keseimbangan pertumbuhan nilai impor. Bahkan bahan pangan kini mulai ikut merongrong neraca perdagangan. Akan tetapi, demi stabilitas  nasional, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini berharap ketersediaan dua kelompok komoditas strategis ini harus selalu terjaga alias tidak boleh kurang.

“Harus tetap seimbang, dan tidak boleh kurang, persoalannya bukan sekadar stok yang mencukupi, tetapi  juga menyangkut harga yang relatif terjangkau rakyat kebanyakan,” imbuhnya.@firdausi