LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Taman Ayodya Barito, Jakarta Selatan mengeluhkan adanya oknum Satpol PP yang melakukan pungutan liar (pungli). Pungli itu dilakukan oknum Satpol PP dengan alasan untuk uang keamanan.

Seorang pedagang Es Podeng yang namanya enggan disebutkan mengatakan, oknum Satpol PP yang meminta pungatan liar itu biasanya melakukan pungutan sekitar pukul 7 malam.

“Ya, biasanya oknum Satpol PP itu melakukan pungutan jam 7 malam, alasanya untuk uang keamanan,” katanya saat ditemui LICOM, Minggu (25/08/2013).

Menurut Yadi, semua pedagang selalu dimintai pungutan, baik uang atau rokok setiap malam habis pulang kerja. Para oknum Satpol PP itu menarik pungutan tanpa ada bukti karcis apapun. “Saya tidak keberatan kalau ada pungutan, asalkan jelas dan ada bukti kuitansinya,” bebernya.

Dia mengaku,setiap hari para pedagang selalu membayar uang kebersihan Rp 7 ribu ke Kelurahan. “Kami selalu bayar uang kebersihan sebesar Rp 7 ribu ke petugas Kelurahan,” ungkapnya.@aguslensa