LENSAINDONESIA.COM: Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang, melalui Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT), menyiapkan Kartu Tebuireng Sehat (KTS).

Kartu tersebut berfungsi sebagai voucher pelayanan kesehatan gratis di lembaga pelayanan kesehatan pesantren Tebuireng.

KTS dilaunching saat pembukaan kegiatan pengobatan gratis di kawasan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. “Untuk tahun ini ada seratus orang yang kita berikan Kartu Tebuireng Sehat, ini berlaku satu tahun dan nanti akan kita evaluasi setiap tahun,” ungkap Muhammad As’ad, Ketua LSPT, Minggu (25/08/2013).

Dia menjelaskan, untuk memperoleh KTS, warga harus memenuhi sejumlah kualifikasi, diantaranya, ekonomi lemah, tidak memiliki kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), serta orang-orang yang benar-benar membutuhkan.

Untuk memastikan bahwa Penerima KTS benar benar orang yang layak menerima, LSPT melakukan verifikasi faktual. “Datanya kami minta dari kelurahan, setelah itu kami cek di lapangan, kalau memang benar layak, maka kami beri KTS,” jelas As’ad.

Saat ini, lanjut dia, sudah ada 100 orang pemegang Kartu Tebuireng Sehat yang bersal dari warga Tebuireng dan sekitarnya. Pemegang KTS bisa melakukan pemeriksaan, pengobatan dan perawatan kesehatan di lembaga pelayanan kesehatan pondok. Jika memerlukan penanganan yang lebih, LSPT akan merujuk ke rumah sakit dan biayanya ditanggung oleh LSPT.

Darimana sumber anggaran KTS? As’ad menjelaskan, pembiayaan program kesehatan ini berasal dari donasi para sejumlah orang dan saweran para peziarah di makam Gus Dur. Saweran dari peziarah tiap bulan bisa mencapai Rp. 100 juta.

“Semua biaya berasal dari para muzakki dan kotak amal di pintu masuk makam (Gus Dur),” pungkas As’ad.@MOH_syafii