LENSAINDONESIA.COM: Aksi memperjuangan kebersamaan dalam keberagaman berhasil diwujudkan kelompok lintas agama dan etnis bersama Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Kebersamaan dan keberagaman tersebut dituangkan dalam kegiatan sosial pengobatan gratis di komplek pondok pesantren keluarga KH Abdurrahman Wahid tersebut.

Ketua Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT), Muhammad As’ad mengatakan, sebagai Lembaga sosial yang didirikan oleh Pesantren Tebuireng dan include dalam kepengurusan Pondok, LSPT mengusung misi kemanusiaan.

Untuk kepentingan tersebut, As’ad menjelaskan, pihaknya tidak memandang adanya perbedaan, baik ras, agama maupun etnis.

“Ini misi kemanusiaan dan hal itu seharusnya tidak dibatasi oleh perbedaan agama, etnis maupun suku,” jelas As’ad, Minggu (25/8/2013).

Dia menambahkan, pada urusan kemanusiaan dan sosial, pihaknya tidak ingin ada pembatasan karena soal perbedaan agama ataupun etnis.

“Dalam hubungan kemanusiaan kami tidak memandang agama, apapun keyakinannya, kalau memang membutuhkan dan pantas dibantu, tentu akan kami bantu. Kami tidak ingin hanya berwacana soal kebersamaan dalam keberagaman Indonesia,” tandas As’ad.

Sementara itu, di kawasan pondok pesantren Tebuireng berlangsung kegiatan pengobatan gratis yang diikuti oleh 1.560 warga.

Kegiatan itu diselenggarakan oleh LSPT bekerjasama dengan organisasi lintas etnis dan agama, seperti Indonesia Tionghoa (INTI), Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), serta Buddhist Education Center Surabaya. Selain itu, LSPT juga menggandeng organisasi perawatan kesehatan dengan teknik terapi, yakni Ikatan Naturopatis Indonesia (IKNI).@MOH_syafii