LENSAINDONESIA.COM: Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Utama (PBNU) KH Said Aqil Siradj melarang keras penggunaan lambang Nahdlatul Ulama oleh kandidat dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur.

Menurutnya pemakaian lambang NU untuk kepentingan politik ialah pelecehan terhadap NU.

“Menggunakan lambang NU untuk kepentingan politik itu merendahkan dan melecehkan NU. NU itu lebih besar dari hajatan lima tahunan politik,” ujarnya di Bandung, Senin (26/08/2103).

Meski dalam pesta akbar terbesar di Jatim disemarakan tiga tokoh NU di antaranya, Ketua Umum PP GP Ansor Saifullah Yusuf, Said Abdullah dan Ketua PP Muslimat NU Khofifah Indar Parwansa.

Said menegaskan, PBNU telah menyiapkan sanksi yang tetap menggunakan lambang NU.

“Kalau melanggar, kita ancam di kepengurusan, kalau pengurus ya kita enggak akan pakai dia jadi pengurus lagi. Sanksi gitu aja cukup, tapi yang jelas,” katanya.

Untuk itu, dia mewanti-wanti untuk tidak membawa-bawa lambang NU dikancah politik Jatim. Dia menjamin Pilgub Jatim sekarang tidak akan menimbulkan perpecahan di kubu NU.

“InsyaAllah, kalau pecah sebentar, nanti balik lagi, nanti nyatu lagi,” terangnya.@ridwan_LICOM/MC