LENSAINDONESIA.COM: Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Timur (Jaktim) menggelar sosialisasi penanggulangan penyakit Demam Berdarah (DBD) di Ruang Serba Guna Kantor Walikota Jakarta Timur, Kamis (5/9/13).

Dalam penyampaiannya, Kasudin Kesahatan Jaktim, Drg Yuditha Endah P mengatakan, penyakit demam berdarah salah satu momok yang sangat menakutkan ini disebabkan dari nyamuk Aedes Aegypty, yang juga bisa menyebabkan penyakit Chikungunya. Menurutnya, umumnya pasien rata-rata dari kalangan anak-anak maupun usia produktif.

“Untuk itu kita harus adanya pencegahan DBD itu dengan cara menguras, menyikat vas bunga, ember, penampungan air bersih, bak mandi, dispenser, tempat minum burung kemudian menutup rapat penampungan air bersih supaya nyamuk tidak dapat bertelur dan mengubur atau menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air tempat bertelurnya nyamuk,” kaya Ditha.

Ia menjelaskan, hal itu juga butuh peran aktif aparat kelurahan, lingkungan sekolah dan masyarakat dalam membersihkan rumah masing-masing serta lingkungannya di tiap tatanan.

“Kami sangat berharap peran jumantik dalam pengamatan jentik nyamuk di tiap RT secara rutin tanpa pilih-pilih sasaran tatanan dan teguran pada jumantik, pemilik atau penanggung jawab tatanan, masayarakat agar dapat lebih bertanggung jawab dalam memberantas jentik-jentik nyamuk,” harapnya.

Ia mengatakan, di lihat dari 36 kejadian yang tersebar di 10 Kecamatan ini menyebabkan 537 orang menjadi korban. “Dari 4.834 kasus DBD di Jakarta Timur, setelah dilakukan PE(Penyelidikan Epidomologi) korban yang positif menderita ada 2584 kasus yakni tertinggi di Duren Sawit 521, Cakung 495, dan Pulo Gadung 331. Selain sebagai kecamatan dengan jumlah korban terbanyak,” jelas Ditha.

Ditha menambahkan, pencegahan paling efektif terhadap DBD ialah dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

“Kami mengharapkan bagi rumah -rumah yang bagus-bagus hendaknya memberikan jalan bagi petugas jumantik yang bertugas mendeteksi. Karena salah satu kesulitan petugas kami saat akan melakukan deteksi, mereka tidak dibukakan pintunya dan susah lihat ada jentik nyamuknya serta mari kita lakukkan dengan cara 4 M Plus yakni Menguras, Menutup, Mengubur, Memantau plus secara rutin seminggu sekali,” pungkasnya.@winarko