Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Muhamad Amin (51), warga Dusun Babatan, Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang ditemukan tewas dengan luka parah dibagian kepala, Sabtu siang (07/09/2013).

Guru SMPN 2 Kesamben ini diduga menjadi korban pembunuhan dan perampasan.

Jenazah Amin ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 14.00 WIB di membujur kaku di saluran air ladang tebu, Dusun Kedungsambi, Desa Kesamben. Saat ditemukan, kondisinya cukup mengenaskan, kepala bersimbah darah dan pada tubuhnya masih menempel pakaian seragam olahraga sekolah warna biru celana coklat.

Menurut keterangan warga, korban diketahui sempat terlihat melintas ke arah barat pada pukul 12.00. Sedianya, guru mata pelajaran IPS ini mendampingi muridnya yang mengikuti lomba gerak jalan pada pukul 13.30.

Namun, rencana itu urung terlaksana sebab korban ditemukan tewas di ladang tebu. Tempat ditemukannya korban dengan kondisi luka parah di kepala adalah ladang tebu milik ibunua sendiri yang berjarak cukup jauh dari pemukiman. Biasanya, korban memang selalu memeriksa ladang ketika siang atau sore.

Ibrahim, kakak ipar korban mengatakan, Muhammad Amin pergi dari sekolah pukul 11.00 WIB menggunakan sepeda motor vario merah-hitam. Kendaraan yang digunakan korban saat meninggalkan sudah tidak diketahui keberadaannya di lokasi kejadian. “Tadi dia membawa motor vario. Tapi disini sudah tidak ada lagi,” katanya ditemui di lokasi.

Apa motif kejadian ini? Kapolsek Kesamben, AKP Leli Baktiar, mengaku belum mengetahui pasti. “Kami masih akan mengumpulkan saksi dan bukti. Belum tahu luka itu karena apa, kita tunggu hasil identifikasi dan outopsi dulu,” katanya.

Sementara itu, petugas identifikasi dari kepolisian baru datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 16.30 WIB. Setelah dilakukan identifikasi, jasad korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD Jombang untuk proses otopsi dan identifikasi.

Petugas kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti diamankan petugas diantara lain, sepasang sandal, sapu tangan, sisir, bolpoin, telepon genggam Nokia dan topi hitam. Motor korban tidak diketahui keberadaannya.

Kasus ditemukannya Muhammad Amin dalam kondisi tewas, menambah daftar panjang kasus kriminal di wilayah hukum Kabupaten Jombang. Pada Selasa (03/09/2013) malam, Jepri (21), warga Desa Kapas, Kecamatan Tembelang, ditemukan tewas dengan luka parah di bagian belakang kepala.

Saksi mata mengungkapkan, kepala korban dikepruk sebatang kayu oleh dua orang pria berboncengan motor, saat dalam perjalanan berkendara motor. Kedua pelaku bermaksud merampas motor yang dikendarai korban. Namun, ketika hendak menggondol motor korban, aksi kedua pelaku dipergoki warga, sehingga Kedua pelaku memutuskan segera kabur dan motor korban ditinggalkan begitu saja tergeletak di samping tubuh korban.

Kejadian sebelumnya, Kampus STKIP PGRI Jombang disatroni kawanan rampok, Selasa (27/8/2013) dinihari. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kawanan rampok berhasil menggasak uang milik kampus tersebut sebanyak Rp. 261 juta.@MOH_syafii