Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EDUKASI

Penerapan kurikulum 2013 di Jombang terkendala dana dan SDM 

LENSAINDONESIA.COM: Penerapan Kurikulum 2013 di Kabupaten Jombang diakui masih terkendala besarnya dana yang dibutuhkan serta minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Di tingkat SMA/SMK di Jombang, penerapan kurikulum 2013 pada tahun ini hanya 10 Sekolah yang menerapkan.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Umum, Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Sukristiono Siwi mengatakan, saat ini baru terdapat 10 sekolah tingkat menengah atas yang menerapkan kurikulum 2013. Kesepuluh sekolah dari ratusan sekolah tingkat SMA/SMK/MA di Jombang yang sudah menerapkan kurikulum 2013 itu terdiri dari 8 SMA dan 2 SMK. “Ada delapan SMA Negeri yang menerapkan, kalau SMK, yang menerapkan tahun SMKN Mojoagung dan SMK PGRI,” katanya kepada LICOM, Minggu (08/09/2013).

Dia menjelaskan, untuk seluruh sekolah baru akan diterapkan pada tahun ajaran 2014-2015. “Sebenarnya kita menginginkan semua sekolah menjajaki untuk menerapkan kurikulum itu, karena tahun depan kurikulum itu sudah wajib digunakan pada seluruh sekolah,” kata Sukristiono.

Belum siapnya seluruh sekolah menerapkan kurikulum 2013, lanjut Sukristiono, salah satunya disebabkan oleh keterbatasan anggaran. Karena itu, pihaknya hanya mewajibkan pada 10 Sekolah yang sasaran dari Kementerian Pendidikan untuk tahap awal penerapan kurikulum 2013. “Sekolah, terutama sekolah non sasaran memang mengeluhkan pembiayaan dan waktu penggunaan kurikulum 2013, karena memang banyak yang harus dipersiapkan,” jelasnya.

Agar kurikulum 2013 bisa dilaksanakan secara baik, diperlukan sarana dan prasarana sekolah, penemuhan kebutuhan alat-alat peraga dan praktek. Di samping itu, lanjut Sukristiono, kesiapan SDM untuk menerapkan kurikulum itu. “Kendala biaya dan waktu sempat dikeluhkan sekolah negeri, tetapi itu sudah kami carikan solusinya,” tambahnya.

Kurikulum 2013 diberlakukan oleh pemerintah sejak 15 Juli lalu atau bertepatan dengan tahun ajaran baru 2013/2014. Kurikulum ini menggantikan kurikulum sebelumnya, yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diterapkan sejak tahun 2006.

Hal mendasar dari Kurikulum 2013 adalah kurikulum ini menitikberatkan metode penggalian ilmu melalui eksplorasi aspek psikomotorik dan afektif. Peran utama pendidik pada proses ini lebih banyak sebagai motivator dan katalisator siswa.@MOH_syafii