LENSAINDONESIA.COM: Kuda Laut Orange alias Perseru Serui di luar dugaan lolos ke Final Divisi Utama (DU) Liga Indonesia 2012/2013. Ya, anak asuh Robby Maruanaya menjungkalan Persik Kediri dalam semifinal Divisi Utama lewat drama adu penalti dengan skor 5-4 setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal di Stadion Manahan, Solo Minggu (8/9) malam.

Seperti dilansir situs resmi Liga Indonesia, torehan kemenangan ini secara otomatis Perseru mendapat tiket ke Indonesia Super League (ISL) 2013/2014 sekaligus menghadapi Persebaya di Final Divisi Utama, Sabtu (14/9) mendatang. Persik pun harus melawan Persikabo untuk meraih slot promosi ISL dengan saling rebut peringkat ketiga.

Persikabo sendiri dikalahkan oleh Persebaya dengan skor 1-4. Tim yang kalah di perebutan tempat ketiga akan bertarung dengan di babak play-off melawan peringkat ke 15 ISL demi bermain di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.

Pembesut Perseru, Robby Maruanaya mengatakan kemenangan ini kado istimewa untuk mama saya yang meninggal dunia kemarin serta sejarah bagi Perseru.

“Saya bersyukur anak-anak mampu menyamakan kedudukan. Kunci bangkitan setelah ketinggalan 0-2 adalah kami dianggap banyak pihak tim underdog,” kata Robby usai laga.

“Stamina pemain Perseru memang di atas rata-rata. Tim tamu juga bermain bagus namun kita lebih beruntung. Di laga Final nanti kita akan ketemu lawan yang lebih berat yaitu Persebaya, kita akan memberi kejutan lagi,” tambahnya.

Di tempat bersamaan pelatih Persik, Aris Budi mengaku malam ini seperti tak percaya anak asuhnya bisa lengah.

“Selamat untuk Perseru, kita dapat disamakan kedudukan, saya tidak tahu anak-anak kenapa bisa begitu. Contohnya pemain kami, Oliver Makor,” heran Aris Budi.

Aris menambahkan di perebutan tempat ketiga melawan Persikabo akan all out sepenuhnya. “Kami tidak mau kegagalan lawan Perseru terulang lagi. Tidak ada lagi yang namanya kepercayaan diri yang terlalu tinggi. Persikabo nanti pasti juga sama-sama all out. Materi mereka juga bagus, target kita tetap harus masuk ISL. Tahun ini kesempatan suda ada di depan mata jadi tidak boleh dibuang begitu saja,” tutup Aris.