LENSAINDONESIA.COM: Terkait kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang remaja 13 tahun yakni Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul anak bungsu dari musisi Ahmad dhani, Ketua Pembina SATGAS Perlindungan Anak (Satgas PA) Kak Seto meminta agar nantinya UU Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) untuk ditegakkan.

“Dengan memperhatikan hak-hak keluarga korban kecelakaan dalam kasus Dul, penerapan UU SPPA dapat disegerakan agar dapat meminimalisir dan mencegah anak berhadapan dengan hukum,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (9/9/13).

Kak Seto juga menyampaikan, belasungkawa kepada 15 keluarga yang menjadi korban kecelakaan dan mengakibatkan enam orang meninggal dunia dalam tragedi maut yg terjadi di tol jagorawi. “Saya turut belasungkawa terhadap seluruh keluarga korban,” tuturnya.

Ia mengharapakan, nantinya kasus yang menimpa Dul ini menjalankan proses Diversi dan Restorative Justice. Dengan tetap menghormati proses hukum yang berlaku. “Kedepannya proses diskresi yang merupakan kewenangan Kepolisian juga dapat dijalankan,” harapnya.

Selain itu, dirinya mengingatkan kepada semua orang tua untuk memperhatikan dalam memberikan sesuatu mau pun hadiah kepada anak, lebih kepada kebutuhan yang sesuai dengan usianya dan memperhatikan secara khusus faktor keamanan dan keselamatannya.

“Karena anak-anak masih cenderung labil secara emosional dan impulsif agar orang tua memberikan hadiah yang sesuai,” imbuhnya.@silma