LENSAINDONESIA.COM: Mahkamah Konstitusi (MK) mulai melakukan pemeriksaan pertama untuk perkara perselisihan hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Kediri Tahun 2013. MK meregister perkara ini dengan nomor 109/PHPU.D-XI/2013.

Gugatan hasil Pilwali Kediri ini dilakukan oleh pasangan calon walikota Kediri Samsul Ashar-Sunardi (SAS) yang menggugat KPUD sebagai peneyelenggara pemilu atas penilaian tidak adil dan penuh kecurangan.

Anggota KPU Kota Kediri Zaenal Arifin mengatakan, pihaknya sudah mengutus dua orang anggota komisioner KPU untuk menghadiri sidang gugatan di MK. Mereka dari bagian hukum.” Hari ini, KPU menjalani sidang gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). KPU mengirimkan utusan dua orang komisioner bagian hukum dan pungratungra bersama pengacara Negara yang diwakili oleh Kejaksaan Negeri Kediri,” ungkap Zaenal Arifin.

Sidang gugatan dijadwalkan digelar sekitar pukul 13.30 WIB. KPU menyerahkan hasil keputusan gugatan pada MK dan menghormati proses persidangan yang akan berjalan hari ini. KPU juga sudah menyiapkan form C1/C2 plano dan D1 sebagai bahan bukti penyelenggaraan pemilihan walikota (Pilwali) Kediri 29 Agustus 2013 yang telah direkapitulasi hasilnya.

Selasa (10/9/2013) sore kemarin, KPU membuka kotak suara untuk mengambil kelengkapan form C1/C2 plano dan D1 yang sudah terkumpul. Ada 350 kotak suara dibuka, yang sebelumnya berada di masing-masing tempat pemungutan suara.

Perlu diketahui, Tim Hukum SAS menggugat KPU Kota Kediri ke MK. Mereka menuding KPU tidak netral dalam menyelenggarakan Pilwali Kediri.@sas