LENSAINDONESIA.COM: Dukungan pengusaha Jawa Timur (Jatim) kepada pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Soekarwo dan Saifullah Yusuf tidak hanya berhenti pada waktu Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) saja.

Mereka berjanji dan komitmen untuk menghantarkan Pakde memajukan Jatim menjadi provinsi terbaik se-Indonesia. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, La Nyalla Mahmud Mattaliti saat tasyakuran terpilihnya Soekarwo dan Saifullah Yusuf sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode 2014-2019 di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Rabu (11/9/2013).

“Tidak hanya hantarkan jadi Gubernur, kami selalu akan dukung Pakdhe Karwo (panggilan akrab Soekarwo) untuk mencapai perekonomian Jatim menjadi yang terbaik di seluruh Indonesia. Yang pastinya pencapaian itu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar La Nyalla.

Dalam catatan Kadin Jatim, ekonomi Jatim sejak dipimpin duet Pakde dan Gus Ipul semakin baik dari tahun ke tahun. Dunia usaha dan iklim investasi kian tumbuh bagus. Bahkan pada saat krisis Eropa dan Amerika tahun 2012 yang menyebabkan banyak daerah mengalami kontraksi, ekonomi Jatim tetap tumbuh stabil dengan pencapaian 7,2% diatas nasional. “Kami akan ajak pengusaha Jatim berperan serta aktif hidupkan perekonomian Jatim untuk menjadi yang terbaik diseluruh Indonesia,” ulangnya.

Pada kesempatan yang sama, Soekarwo juga berjanji akan memberikan garansi, support serius terhadap pengusaha. Mulai dari kemudahan perijinan, ketersediaan power plan hingga kondisi buruh dipastikan tidak akan bergejolak.

“Buruh yang demo tidak seperti di Jakarta, bisa lebih sopan dan bisa diajak bicara. Kami juga sudah bekerjasama dengan pihak Kapolda dan TNI untuk menangkap dan menahan buruh yang bertindak anarkis untuk tegakkan hukum demi menjaga perekonomian Jatim,” terang Soekarwo.

Sementara pelemahan rupiah terhadap dolar akhir-akhir ini juga dinilai tidak akan sangat berpengaruh terhadap kinerja perekonomian Jatim. Hingga akhir tahun, Soekarwo optimistis ekonomi Jatim akan tumbuh di angka 7% hingga 7,1%.

Optimisme itu dengan melihat besarnya investasi yang masuk dan tingginya realisasi perdagangan Jatim, khususnya untuk antar pulau.

Sepanjang semester I/2013, tercatat realisasi perdagangan antar negara Jatim mengalami surplus sebesar Rp23 triliun, dengan perincian ekspor mencapai Rp277 triliun sementara impor mencapai Rp254 triliun.

“Sementara kinerja perdagangan antar pulau Jatim ke 24 provinsi mencapai Rp 163 dan impor antar pulau Rp 131, surplus Rp 32 triliun. Sehingga total surplus perdagangan Jatim selama semester I/2013 mencapai Rp 55 triliun. Ini sangat luar biasa, disaat Jakarta krisis kita justru mengalami surplus yang cukup besar,” jelas Soekarwo panjang lebar.

Kondisi perekonomian diprediksi akan semakin membaik pada tahun depan dengan banyaknya investasi pembangunan smelter yang akan masuk Jatim. “Jika rekomendasi ekspor bahan baku dan penolong diubah menjadi setengah jadi sudah terlaksana, pastinya akan banyak smelter yang akan dibangun di Jatim. Nilai tambah ada di Jatim dan impor bahan baku akan terkurangi sehingga perekonomian Jatim kami
prediksikan akan mencapai 8,5 sampai 9%,” pungkasnya.@dony