Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

Tahun 2015 Indonesia akan bergabung dalam Komunitas Ekonomi ASEAN 

LENSAINDONESIA.COM: Memasuki tahun 2015, Indonesia akan bergabung dalam Komunitas Ekonomi ASEAN (KEA). Untuk itu persiapan yang matang dan terkoordinir antar elemen di negeri ini perlu ditingkatkan, khususnya dalam menyiapkan daya saing sektor UMKM Indonesia.

Upaya itu disiapkan secara matang dengan disertai kebijakan yang terukur dalam menghadapi integrasi ekonomi dalam bentuk pasar tunggal dan berbasis produksi. “Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 ini, diyakini akan membawa peluang dan tantangan bagi kami,” ungkap I Wayan Dipta, Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKM dan Koperasi, Kemenkop, saat ditemui LICOM di Surabaya, Kamis (12/9/2013).

Dijelaskannya, peluang tersebut timbul karena adanya keterbukaan yang lebih tinggi dalam perekonomian, sehingga menjadikan ekonomi lebih efisien ditengah masyarakat ke depannya. Namun tak dapat dipungkiri, sejumlah tantangan masih membayangi Indonesia khususnya yang dihadapi oleh sektor UMKM.

Menurutnya, tanpa komitmen perbaikan daya saing Indonesia, pasca implementasi KEA, sektor UMKM diperkirakan akan semakin tertinggal. “Besar kemungkinan, Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar di antara negara-negara ASEAN hanya akan menjadi target pasar pengusaha dari negara-negara tetangga,” harapnya.

Hal senada juga diungkap oleh Bimo Epyanto, Kepala Divisi Asesmen Kepentingan Indonesia, Departemen Internasional BI, terkait peluang besar arus investasi ke Jawa Timur memiliki potensi ekonomi yang bisa dikatakan cukup menjanjikan.

“Peluang besar arus investasi ke Jatim dari negara tetangga pasca penerapan KEA, akan terus tumbuh dan berkembang, juga dapat mendorong persaingan lebih ketat lagi,”paparnya dengan sangat optimis.

Dikatakannya, masalah utama yang dihadapi oleh UMKM seluruh negara anggota ASEAN, tak terkecuali Indonesia saat ini, terletak pada permodalan. “Kendala yang kami hadapi saat ini adalah keterbatasan agunan, serta adanya kesenjangan informasi dan ketiadaan penjamin kredit,” keluhnya.

Untuk itu BI bersama Kementerian Koperasi dan UKM melakukan program penguatan UMKM, dengan melakukan pengembangan infrastruktur keuangan atau sarana dalam rangka peningkatan akses UMKM kepada keuangan.@dony