LENSAINDONESIA.COM: Ada suasana berbeda di Aula Kecamatan Wonocolo Surabaya. Puluhan ibu-ibu mengikuti pelatihan batik tulis yang diselenggarakan oleh LSM forum perempuan Surabaya (FPS) bekerjasama dengan Disperindag.

Pelatihan batik tulis itu sebagai kepedulian untuk melestarikan budaya adiluhung bangsa Indonesia dalam bidang membatik. “Selain itu pelatihan ini juga untuk mengembangkan perberdayaan bagi perempuan yang tidak bekerja, baik Lansia maupun ibu rumah tangga, maupun yang putus sekolah,” terang Suszie Effendriaty, SE, M.Si selaku ketua FPS.

Diikuti oleh 60 wanita dari berbagai kecamatan di Surabaya ini dibagi dalam 2 sesi. Sesi pertama diselenggarakan pada tanggal 12, 13, 14 September. Sedangkan sesi kedua pada tanggal 19, 20, 21 September.

Dengan memberikan pelatihan pada sebagian peminat yang nantinya diharapkan mampu mengembangkan usaha membatik menjadi kegiatan yang semakin memasyarakatkan batik bagi warga Surabaya khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. “Diharapkan pelatihan ini bukan untuk hanya sebagai batas pengenalan. Tetapi mereka bisa berproduksi sendiri nantinya. Seperti membuka home industri batik,” ungkap pemilik Bengkel Batik Winahyu Surabaya.

Wanita yang akrab dipanggil Peppy itu juga menjelaskan bahwa batik tulis karya ibu-ibu pelatihan ini nantinya akan dijual di Graha Batik Nusantara, Royal Plaza Surabaya. @syska