Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE DEMOKRASI

Polrestabes Surabaya wajib eksekusi Syaifudin Zuhri 

LENSAINDONESIA.COM:  Status Daftar Pencarian Orang (DPO) no DPO/284/XII/Reskrim yang dikeluarkan pada 9 Desember 2008 terhadap Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Syaifudin Zuhri, bersama empat rekannya terhadap Kolzin tahun 2008 lalu mendapat perhatian khusus Kejaksaan Negeri Surabaya.

Pasalnya, meskipun kasus itu masih menjadi kewenangan aparat polisi, pihak Kejari tetap menunggu pelimpahan tahap dua dari penyidik.

Kasipidum Kejari Surabaya, Judhi Ismono mengatakan, hal itu merupakan tanggung jawab polisi untuk mengeksekusi para tersangka. Sebab sebelum ada pelimpahan tahap dua, pihaknya tidak berhak mencampuri urusan dalam kasus itu. “Itu tanggung jawab polisi untuk mengeksekusi,” ujar Judhi ditemui di kantornya, Jumat (13/9/2013).

Terkait masa berlaku kasus ini, Judhi menerangkan jika sudah ada laporan kasus itu belum kadaluwarsa. “Kasus bisa dianggap kadaluwarsa bila 12 tahun setelah kejadian baru dilaporkan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Polrestabes Surabaya telah mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) no DPO/284/XII/Reskrim yang dikeluarkan pada 9 Desember 2008 dengan tandatangan Kasat Reskrim kala itu, AKBP Syahardiantono. Sayangnya, meski ada surat DPO, namun sampai saat ini polisi tidak serius melakukan pemanggilan terhadap calon Wawali Surabaya itu.

Sekedar diketahui, kasus ini terjadi tahun 2008 lalu, bermula saat Kolzin dan Syaifudin Zuhri masih menjadi rekan bisnis. Saat itu Kolzin dijanjikan Syaifudin akan diberi hak mengelola ponten Terminal Purabaya-Bungurasih dengan membalik nama izin pengelola. Untuk itu, Kolzin menyerahkan uang Rp 100 juta dan 2 Suzuki APV.

Meski dibawa Syaifudin, namun BPKB mobil masih berada di tangan Kolzin sehingga saat akan memperpanjang STNK, Syaifudin mendatangi Kolzin. Namun saat akan meminta BPKB, Kolzin tidak menyerahkannya sehingga membuat Syaifudin marah.

Bersama empat temannya, Sugeng Maryono alias Mulus, Sukandar, Joko dan Telo, Syaifudin ikut menghajar Kolzin. Akibat penganiayaan dan pengeroyokan itu, Kolzin menderita luka memar di pelipis mata kiri.

Baca Juga:  HTI dibubarkan, Giliran individu penyebar khilafah harus ditindak tegas

Syaifudin Zuhri yang saat ini juga berstatus caleg PDIP Dapil V Kota Surabaya itu dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.@ian_lensa