LENSAINDONESIA.COM: Datangnya musim kemarau saat ini membuat petugas Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro dipusingkan oleh kebakaran hutan yang terus terjadi. Dalam tiga bulan terakhir sudah ada 100 hektar lahan hutan jati di KPH Bojonegoro yang mengalami kebakaran. Kebakaran hutan ini sering kali terjadi di daerah Temayang, Dander, Clebung, Bubulan dan Ngunut.

Administratur Perhutani KPH Bojonegoro, Ir. Anggar Widyatmoko dikonfirmasi LICOM, Minggu (15/09/2013) mengatakan, kebakaran tersebut akibat ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka usil dengan membakar daun jati kering yang berakibat luasan lahan hutan jati terbakar.

“Jika umur jati masih muda jelas akan mati pohonnya, namun kalau umur pohon jati di atas 10 tahun ke atas maka akan aman dan malah akan menambah kesuburan pohon yang ada di atasnya,” tuturnya.

Banyaknya hutan jati yang terbakar diakuinya juga karena personil dari Perhutani sendiri yang ada di lapangan kurang. Sebab, luas wilayah hutan di KPH Bojonegoro ada sekitar 5.144 hektar. Sedangkan jika dibagi, seorang petugas Perhutani akan menjaga 1.000 hektar lahan. “Ini kenyataan yang ada di lapangan dan itu memang tidak sebanding,” tandas Anggar.

Ia menambahkan, berdasarkan data yang masuk, kawasan hutan yang terbakar mencapai 88,3 hektar. Namun ada beberapa BKPH yang belum memasukkan datanya. “Kalau sudah masuk semuanya ada sekitar 100 hektar hutan yang terbakar dalam kurun waktu tiga bulan ini,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas lain seperti Polsek dan Koramil setempat untuk memantau agar keamanan hutan tetap terjaga.@nur_hidayat