Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Pengerjaan proyek gedung rawat inap khusus pasien dampak rokok di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang sudah dilaksanakan selama 2 minggu. Meski telah berlangsung 2 pekan, tak ada papan proyek yang dipasang di lokasi proyek.

Pihak RSUD Jombang berdalih, pemasangan papan nama itu lupa dilakukan oleh rekanan pelaksana. ”Mungkin waktu itu belum sempat terpikir,” kata dr. Puji Umbaran, Wakil Direktur RSUD Jombang kepada LICOM, Rabu (18/09/2013).

Proyek yang bersumber dari anggaran dana alokasi khusus (DAK) 2013 senilai Rp 2,9 miliar ini pengerjaannya dilakukan oleh PT Tiga Mutiara. Berdasarkan ketentuan, proyek yang dikerjakan dengan nilai kontrak Rp 2,6 miliar tersebut seharusnya sudah terpasang papan informasi pengerjaan sejak awal.

Puji Umbaran tidak membantah jika banyak masyarakat yang belum mengetahui detail informasi terkait proyek ruang rawat inap khusus bagi pasien dampak rokok karena belum terpasangnya papan proyek sebagai kewajiban rekanan.

Namun dia mengelak bila dalam pelaksanaan proyek, rekanan atau rumah sakit sengaja merahasiakan dari mata publik. ”Sebenarnya papan proyek itu sudah dibuat. Tetapi tidak langsung dipasang. Hari ini akan dipasang,” tandas dia.

Sementara, tidak terpasangnya papan proyek bernilai miliaran rupiah ini mengundang sorotan LSM LINK (Lingkar Indonesia untuk Keadilan) Jombang. Manager LINK, Aan Anshori menilai, tak terpasangnya papan informasi menimbulkan preseden buruk di dunia perproyekan di Kabupaten Jombang.

Selain membatasi masyarakat untuk mendapatkan hak keterbukaan informasi publik, juga menciptakan kesan jika proses pengerjaanya cenderung tak beres. ”Artinya, rekanan bisa dibilang sudah melanggar aturan pengadaan barang dan jasa. Dan ini tidak bisa dibiarkan,” lontarnya.@MOH_syafii