Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
MADIUN

Ratusan hektar padi dan jagung di Ngawi gagal panen 

LENSAINDONESIA.COM: Ratusan hektar tanaman padi dan 8 hektar tanaman jagung di Kabupaten Ngawi mengalami gagal panen (puso) akibat kekeringan.

Akibat bencana ini, ratusan hektar tanaman padi berumur 60-70 juga mati layu.

“Data laporan ke dinas ada seluas 518 hektar tanaman padi gagal panen karena kekeringan dan kekurangan pasokan air. Selain itu, tanaman jagung dengan luasan hamparan sekitar 8 hektar juga mengalami puso,” ungkap Edy Suwarno, Kepala Bidang Hama dan Penyakit Tanaman, Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi kepada LICOM, Kamis (19/09/2013).

Kata Edy, gagal panen itu terjadi di empat kecamatan yakni Ngawi, Geneng, Pitu dan Kecamatan Karanganyar. “Parahnya, tanaman jagung yang kekeringan memasuki masa berbuah,” ungkapnya.

Menurut Edy, untuk mengantisipasi kerugian, jauh hari pihaknya telah mengingatkan petani di 4 kecamatan agar tidak menanam padi. Sebab akan memiliki risiko puso tinggi.

“Padi usia 60-70 hari masih membutuhkan pengairan, jadi kondisi saat ini sangat tidak memungkinkan. Meski masih bisa panen, hasilnya diyakini turun drastis,” jelasnya.

Dinas Pertanian memprediksi, bencana kekeringan akan meluas di tiga kecamatan lainnya seperti Paron, Widodaren dan Sine. Alasannya, air yang mengairi tiga wilayah itu berasal dari daerah lebih dulu mengalami kekeringan berdasarkan topografinya dilereng pegunungan dan berbatu.

“Sumber mata air di daerah itu baru bisa didapatkan kedalaman sekitar 150 meter,” ujar Edy.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, terdapat 39 desa di 10 kecamatan mengalami kekeringan atau masuk dalam kategori rawan kekeringan tingkat I.

Kecamatannya yaitu Mantingan, Karanganyar, Widodaren, Kedunggalar, Pitu, Beringin dan Karangjati. Lalu, rawan kekeringan tingkat II Kecamatan Geneng, Ngawi dan Gerih.

“Jika kondisi air di dalam tanah mengalami penyusutan, tidak menutup kemungkinan kecamatan alami kekeringan tingkat II naik tingkat menjadi rawan kekeringan tingkat I. Karena, kondisinya tidak ada sumber air,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Ngawi Eko Heru Cahyono.@dhimas

Baca Juga:  Karyono Wibowo: Pelantikan Jokowi akan berjalan mulus