Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Tak kapok menjual barang haram, dua residivis, Sarifudin (30) warga Pancuran, Kejaksan Kota Cirebon dan Imanuel Hutabarat (47), warga Gunung Salak, Harjamukti Kota Cirebon kembali diciduk Polisi.

Keduanya kini berurusan dengan pihak kepolisan setelah tertangkap basah tengah mengedarkan ganja di daerah Perum Kota Cirebon. Saat gelar perkara (18/9) di Mapolres Cirebon kota, diakui Gunawan, kalau dirinya menjual ganja setelah keluar dari lembaga permasyarakatan (LP) pada bulan mei lalu.

“Saya ketangkap saat mengantarkan ganja, kepada temen di daerah Perum. Sedangkan barang ini punya temen saya yang sekarang masih buron,” ungkap Gunawan kepada wartawan, Cirebon, Jumat (20/9).

Kedua residivis ini juga mengaku, penjualan ganja bisa mendapatkan untung sekitar Rp 50 ribu dalam sekali belanja.

Di tempat yang sama, Imanuel Hutabarat mengakui, bahwa ia membeli paket ganja sebesar Rp. 300 ribu. Namun, barang itu diracik oleh Imanuel menjadi paket kecil untuk melipat gandakan keuntungan.

“Saya jual seharga Rp. 50 ribu. Awalnya, saya buat pakai sendiri. Tetapi saya butuh uang, maka saya jual dengan paket kecl. Kalau paket seharga Rp 300 ribu itu bisa dijadikan 10 paket. Sedangkan keuntungannya sendiri dari paket Rp 300 itu bisa mencapai Rp 200 ribu per paket,” bebernya.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Doni Kustonu melalui Kasat Narkoba AKP Alisman mengatakan, penangkapan terhadap kedua pelaku ini adalah hasil laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan keberadaan mereka.

“Penangkapan terhadap dua tersangka pengedar ganja ini dilakukan Selasa (17/9/13).  Namun, berbeda waktu di tempat yang sama. Pertama, kita tangkap Imanuel sekitar pukul 11.00 WIB, dan Sarifudin tertangkap sekitar pukul 15.00 WIB,” tandasnya. @Moch.Mansur