LENSAINDONESIA.COM: Krisis air berkepanjangan di Ponorogo semakin meluas. Belasan hektar tanaman padi di Desa Bareng,
Kecamatan Babadan, Ponorogo terancam gagal panen, karena kesulitan air.

Akibat kurang asupan air, tanaman padi yang sudah memasuki usia 20 hari, mulai menunjukan kondisi yang tidak sehat. Selain batangnya ecil dan kerdil, daunnya juga banyak yang mulai menguning bahkan tak sedikit yang sudah mengering.

Tak hanya itu, serangan mahama juga mulai menghinggapi sebagian persawahan. Seperti padi milik Burdah, salah satu petani setempat. Meski baru berusia 21 hari, namun ia terpaksa memberikan pupuk dan obat hama karena kondisi tanaman yang kurang sehat lantaran kurangnya air.

“Susah mas untuk mendapatkan air, apalagi sumur pompa yang menggunakan tenaga diesel pun airnya sangat kecil, kami berharap segera ada penanganan dan bantuan dari pemerintah,”ungkapnya

Areal sawah tanaman padi yang kekurangan air juga terjadi pada belasan hektar lahan pertanian di Desa Bareng. Sementara pihak Dinas Pertanian tidak pernah sekalipun turun tangan untuk melakukan pengecekan.@welas_arso