Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE DEMOKRASI

BK anggap dugaan suap 1,4 M itu versi Komisi Yudisial 

LENSAINDONESIA.COM: Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR RI, Trimedya Panjaitan mengungkapkan, uang suap yang ditawarkan dari lima fraksi di DPR tersebut dimaksudkan untuk meloloskan salah satu Calon Hakim Agung (CHA) bergender perempuan. Menurutnya, dugaan   suap sebesar Rp 1,4 miliar itu untuk meloloskan calon hakim agung 2012 yang merupakan kalkulasi pribadi Komisioner Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh.

“Duit Rp 1,4 miliar itu asumsi Pak Imam, karena ditawari Rp 200 juta. Anggota (KY) lain, kami (oknum DPR yang akan memberikan suap) yang atur. Jadi (total uang sebesar Rp 1,4 miliar untuk tujuh Komisioner KY), bukan orang itu yang menawarkan begitu. Itu kalkulasi beliau (Imam),” kata Trimedya, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (25/09/2013).

Seperti diketahuaui, Komisioner KY, Imam Anshori Saleh mengaku, ada praktik percobaan suap dalam seleksi CHA. Pasalnya, dirinya kerap mendapat telepon dari para anggota dewan yang meminta calon tertentu diloloskan dalam seleksi awal CHA di KY pada 2012 silam. Menurut Imam, Anggota Parlemen menjanjikan imbalan sebesar Rp 1,4 miliar jika calon tersebut lolos.

Namun, Imam menolak tawaran itu. Kemudian, saat rapat pleno KY untuk menentukan calon hakim agung yang lolos ke seleksi lanjutan, dirinya membuka adanya praktik suap tersebut. Akhirnya, Komisioner KY sepakat, calon yang dititipkan dinyatakan tidak lolos. Namun, keputusan ini ditentang DPR.

Karena itu, DPR sempat menolak melanjutkan proses seleksi CHA dengan dalih kuota belum terpenuhi. Saat itu, KY hanya mengirimkan 12 nama dari 18 nama yang seharusnya diserahkan.

Sampai saat ini, Imam masih enggan menyebutkan nama anggota DPR yang mencoba menyuapnya. Namun, berdasarkan keterangan Ketua Bidang Pengawasan dan Investigasi Hakim KY, Eman Suparman, Anggota Komisi III DPR yang mencoba menyuap berasal dari Fraksi Demokrat. Tapi, ia tidak menyebutkan nama oknum tersebut. Pasalnya, Imam enggan membukanya. @endang