LENSAINDONESIA.COM: Keterlibatan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono dalam skandal Bank Century terus dipertanyakan. Publik mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengusutnya dengan melakukan pemanggilan terhadap Boediono.

Entah karena takut atau segan melakukan pemeriksaan kepada Boediono yang saat ini sudah naik pangkat menjadi orang nomer dua di republik ini, KPK akhirnya terjebak dalam umbaran janji yang terkesan sebagai bualan belaka.

Ketua KPK Abraham Samad kembali melontarkan janjinya bahwa pemeriksaan Boediono akan dilakukan setelah pemeriksaan Budi Mulya, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Setelah Budi Mulya diperiksa. Tahun ini,” ujar Samad di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Rabu (25/9/2013).

Sementara, Budi Mulya sampai hari ini sejak ditetapkan sebagai tersangka sejak satu tahun lalu belum pernah diperiksa oleh KPK.

Dalam kasus proyek Hambalang, janji KPK juga seolah menjadi yang tidak pasti kapan melakukan penahanan kepada bekas dua elit Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dan Andi Alfian Mallarangeng yang sudah sejak lama ditetapkan sebagai tersangka.

Hasil audit BPK atas kerugian negara dari proyek Hambalang yang digadang-gadang Abraham Samad sebagai senjata paling ampuh menjerat Anas dan Andi, tampaknya tidak terbukti setelah sudah hampir sebulan penyerahan hasil audit itu diserahkan BPK ke KPK. Padahal Samad telah menegaskan, bahwa hanya dalam hitungan minggu sejak hasil audit diserahkan akan ada penahanan untuk Andi Alfian Mallarangeng. Lagi-lagi hanya bualan kosong.@firdausi