LENSAINDONESIA.COM: Lebih dari seperempat anak muda Inggris yang berusia antara 18 hingga 24 tahun tidak percaya terhadap Muslim. Dari seribu orang responden, sekitar 28 persen di antaranya mengatakan, Inggris akan lebih baik dengan jumlah warga Muslim yang sedikit.

Sementara 44 persen lainnya mengatakan, Muslim tidak memiliki kesamaan nilai dengan warga lainnya di negara itu. Sekitar 60 persen berpikir bahwa publik Inggris memiliki gambaran yang negatif terhadap Islam. Demikian hasil jejak pendapat yang baru-baru ini dilakukan di Inggris.

Seorang penasihat pada kelompok anti-pembenci Muslim mengatakan, temuan ini menunjukan bahwa anak muda Inggris perlu membaur dengan warga lain lebih banyak lagi.

“Temuan ini menunjukkan bahwa kita perlu meyakinkan anak muda untuk bisa membaur di tataran lokal dan mereka bisa melakukan proyek bersama sehingga bisa mengenal warga Muslim lebih baik lagi, begitu juga sebaliknya,” kata Akeela Ahmed, kelompok kerja pemerintah anti-kebencian terhadap Muslim.

Kelompok ini dibentuk tahun lalu dan terdiri dari pegawai negeri, akademisi serta anggota komunitas Islam dan bertugas memberi masukan kepada pemerintah Inggris termasuk menangani kemunculan sejumlah prasangka terhadap kelompok Muslim.

Anggota kelompok ini mengatakan, prasangka yang terjadi di kalangan anak muda secara khusus memang mengkhawatirkan karena mereka berpikir lebih liberal dibanding kelompok usia lebih dewasa.

Temuan lain terkait persoalan ini yang ditemukan oleh lembaga survei The Comres adalah hanya tiga dari sepuluh orang yang berpikir bahwa muslim berusaha untuk memerangi ekstremisme dalam masyarakat mereka. Namun survei menunjukan juga bahwa hampir seluruh anak muda setuju bahwa Islam adalah agama yang damai.

Profesor Matthew Goodwin, salah satu anggota kelompok kerja pemerintah mengatakan, survei ini menunjukkan adanya indikasi terkait pandangan negatif terhadap kelompok Islam di kalangan masyarakat Inggris.

“Setiap survei yang saya lakukan dan survei yang dilakukan oleh rekan saya membuat semakin jelas adanya proporsi signifikan pada masyarakat Inggris yang memiliki pandangan negatif terhadap Islam dan juga membesarnya komunitas muslim Inggris,” kata Goodwin.

Kelompok kerja pemerintah ini mengatakan, liputan negatif media terhadap Islam juga ikut membentuk cara pandang orang terhadap Islam dan pemeluknya.

Sebuah laporan tentang standar pers tahun lalu menyimpulkan ada masalah serius dan rasis secara sistemik serta pelaporan anti-Muslim dalam bagian dari media Inggris.

Laporan kepolisian pada bulan Agustus lalu mengatakan, ada peningkatan kasus kejahatan anti Muslim di London hingga 61 persen dalam setahun terakhir.@licom/bbc