Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

Transaksi Rp 8 miliar sehari, nelayan Sendangbiru belum bankable 

LENSAINDONESIA.COM: Para nelayan di kawasan Sendangbiru, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang dinilai masih belum bankable.

Penilaian tersebut diungkapkan Direktur Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Bank Indonesia, Piter  Yakop di sela-sela mengikuti Petik Laut di Sendangbiru, Kabupaten Malang, Minggu (29/9/2013).

“Memang di kawasan Sendangbiru ini masih minim perbankan yang memberikan layanan. Yang ada baru BRI yang buka kantor di sini untuk memberikan layanan. Sedangkan lainnya masih belum,” kata Piter Yakop didampingi staf Kominfo BI Pusat, Harsono.

Di antara perbankan yang belum buka kantor di kawasan Sendangbiru itu, disebutkan seperti BNI, BCA, Bank Jatim, BTN, Bukopin, Bank Mandiri dan bank-bank umum atau bank BUMN lainnya.

Berdasarkan analisa Pieter Yakop, banyaknya perbankan yang enggan membuka kantor di  kawasan tersebut kemungkinan karena masyarakat Sendangbiru masih belum bankable.

Padahal, potensi di kawasan Sendangbiru itu diyakini sangat tinggi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, transkasi di kawasan Sendangbiru itu perhari bisa mencapai Rp 20 miliar. Bahkan, paling minim dalam sehari transaksi itu bisa mencapai Rp 8 miliar.

Nilai transkasi sebanyak itu dikatakan sangat besar untuk kawasan sendangbiru. Sebab, lokasi dan jumlah masyarakatnya dinilai relatif sangat kecil.

Meski begitu, kata dia, sangat minim jika bank yang memberikan layanan  hanya   ada satu bank. Untuk itu, dia berjanji akan melakukan sosialisasi lebih intensif lagi pada pihak perbankan. Sehingga, tertarik untuk membuka layanan di kawasan Sendangbiru yang terkenal sebagai penghasil ikan tuna berkualitas terbaik di Indonesia.

Makanya, tandas dia, BI mengawali sosialisasi itu lewat pemberian bantuan pada para nelayan. Para nelayan di Sendangbiru itu memang mendapat kucuran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia (BI).

Baca Juga:  Tiket pertandingan uji coba Timnas Indonesia U-19 vs China mulai dijual via online

Dana bantuan sekitar Rp 500 juta itu diserahkan langsung Direktur Komunikasi dan Informasi (Kominfo) BI, Piter Yakop bersama stafnya, Harsono.

“Bantuan total senilai Rp 500 juta itu memang kami serahkan pada para nelayan di Sendangbiru ini. Bantuan itu kami serahkan dalam beberapa bentuk,” jelas Piter Yakop.

Di antaranya berupa kapal penangkap ikan, rumput laut, tanaman bakau dan lain sebagainya. “Kita harapkan bantuan itu bisa lebih meningkatkan kesejahteraan para nelayan bersama keluarganya,” papar dia.@aji dewa roisky