LENSAINDONESIA.COM: Niat baik tak selamanya berjalan baik. Itulah yang dialami Polres Ponorogo. Maunya memupuk rasa persaudaraan dan perdamaian antar sesama perguruan silat di wilayah Ponorogo melalui deklarasi damai malah memicu perkelahian.

Usai mengikuti acara deklarasi damai bersama antar perguruan pencak silat dan bela diri yang diprakarsai Polres Ponorogo di Stadion Bataro Katong, perkelahian pecah antara dua massa yang berasal dari dua perguruan silat yang berbeda di Desa Genteng, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo.

“Petang itu, rombongan perguruan silat lain dengan rombongan asal Kecamatan Slahung hendak pulang dengan mengendari motor usai mengikuti kegiatan kesepakatan damai di Stadion Bataro Katong. Setibanya di selatan Jembatan Genting atau Jalan Raya Ponorogo–Pacitan tiba-tiba mereka dilempari puluhan anak,” ujar sejumlah petugas kepada LICOM, Minggu (29/09/2013).

Wakapolres Ponorogo, Kompol Trisaksono Puspoaji membenarkan. Menurutnya, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku penyerangan serta mengamankan sejumlah barang bukti. “Mereka tertangkap dan langsung dibawa ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan intensif, begitu juga barang bukti yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, barang bukti diamankan selain 24 motor juga disita sebanyak 30 unit ponsel dari para pelaku. Petugas Polres Ponorogo masih melakukan pemeriksaan terhadap puluhan anak itu. “Kejadian ini sungguh disayangkan, terjadi usai kegiatan kesepakatan damai diikuti belasan perguruan silat,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, Polres Ponorogo melaksanakan deklarasi damai dan pengukuhan forum pencak silat dan bela diri se-Ponorogo di Stadion Batoro Katong dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, Sabtu (28/09/2013). Kegiatan itu dimaksud untuk mengajak seluruh perguruan pencak silat dan bela diri se-Kabupaten Ponorogo duduk bersama dalam satu forum komunikasi.

Acara penanda-tanganan nota kesepakatan damai dan pengukuhan forum komunikasi perguruan pencak silat dan bela diri tersebut terlebih dahulu digelar upacara yang diikuti oleh Forpimda Kabupaten Ponorogo dan ribuan massa yang merupakan perwakilan dari semua perguruan di 21 Kecamatan se-Kabupaten Ponorogo.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pencegahan yang dilakukan Polri melalui deklarasi damai. Dengan pengukuhan ini diharapkan kejadian maupun gesekan antar perguruan dapat diminimalisir,” jelas Kompol Trisaksono Puspoaji.

Ia mengatakan, upaya itu sekaligus merupakan wadah atau forum mempererat komunikasi agar terjalin koordinasi, mengatasi permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan oleh perguruan silat maupun bela diri, sehingga jika terjadi gesekan segera dapat diselesaikan, tidak dengan kekerasan atau anarkis.@arso