Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    

Ditarget Rp 1 miliar sehari, Dispenda Kota Malang rangkul stakeholder 

LENSAINDONESIA.COM: Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Malang melakukan pertemuan khusus dengan notaris, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Badan Pertanahan Nasional (BPN), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman (Aperti), Real Estate Indonesia (REI) dan asosiasi properti lainnya, Senin (30/09/2013).

Pertemuan tersebut demi mewujudkan target perolehan pajak Rp 1 miliar sehari.

“Sampai saat ini perolehan pajak di Kota Malang ini sudah mencapai sekitar 79 persen dari total 167 miliar. Namun, karena ada kenaikan target saat PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) menjadi Rp 200 miliar, berarti setiap hari minimal Rp 1 miliar harus terpenuhi,” kata Kepala Dispenda Kota Malang, Ade Herawanto.

Untuk mewujudkan target tersebut, kata dia, semua stake holder akan diajak duduk bersama membahas permasalahan yang terjadi selama ini. Menurut dia, persoalan dan kendala apa saja yang ada, itu harus dicarikan solusinya.

Untuk prograam pertama yang harus dituntaskan dari 19 jenis pajak dan retribusi, kata dia, terkait dengan pajak BPHTB (Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan). Menurut dia, ini sangat penting karena bisa menopang perolehan pajak sehingga target bisa terpenuhi.

“Ya, kami kumpulkan notaris, PPAT, asosiasi properti, BPN dan lainnya untuk mencari formulasi yang tepat dan mudah. Harapannya, pengelolaan pajak BPHTB itu bisa mudah dan membantu masyarakat yang membutuhkan layanan ini,” kata mantan Kabag Humas Pemkot Malang ini.

Dia menjelaskan target untuk pajak BPHTB tahun 2013 ini ditetapkan sebesar Rp 60 miliar. Namun, target itu dinaikkan lewat PAK menjadi Rp 85 miliar. Untuk mewujudkan target tersebut, menurut dia, perlu penyadaran agar wajib pajak mentaati dan mematuhi aturan tersebut.

Karena itu, papar dia, perlu disosialisasikan pada masyarakat. Satu di antara sosilisasi tersebut, lewat stakeholder yang terkait dengan pengelolaan pajak BPHTB tersebut.

“Makanya, kami kumpulkan mereka untuk sharing, diskusi sambil cangkrukan. Sehingga, ditemukan formulasi yang baik dan memudahkan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, pajak dan retribusi yang ditangani Dispenda Kota Malang ada 19 jenis. Pendapatan dari total target yang ditetapkan komposisinya a30 persen dari retribusi dan 70 persen dari pajak. Sampai 23 September target pajak sebesar Rp 200 miliar sudah tercapai 74 persen.@aji dewa roisky